Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur menyatakan optimistis Ramadan dapat menjadi momentum kebangkitan bisnis makanan dan minuman (F&B) lokal. Keyakinan ini muncul seiring membaiknya kondisi usaha setelah periode pandemi COVID-19.
Apkrindo Jatim menilai, pencabutan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi salah satu faktor yang mendukung pemulihan sektor kuliner. Dengan berakhirnya pembatasan tersebut, aktivitas masyarakat dinilai berpeluang kembali meningkat, termasuk kunjungan ke restoran dan kafe.
Ramadan Dinilai Berpotensi Menggerakkan Permintaan
Menurut Apkrindo Jatim, Ramadan kerap menjadi periode yang mendorong kenaikan aktivitas konsumsi masyarakat. Karena itu, pelaku usaha restoran dan kafe berharap momen ini dapat membantu memperkuat pemulihan bisnis, khususnya bagi pelaku F&B lokal.
Apkrindo Jatim menegaskan optimisme tersebut sebagai bagian dari harapan agar sektor kuliner dapat kembali tumbuh setelah terdampak pandemi.

