Hard Rock Cafe Jakarta akan menutup operasionalnya secara permanen mulai 31 Maret 2023. Penutupan ini disebut terkait masa sewa selama 10 tahun yang telah berakhir, disertai meningkatnya persyaratan serta besaran sewa baru.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menilai penutupan kafe tersebut tidak bisa langsung disimpulkan sebagai akibat mismanajemen. Menurutnya, Hard Rock Cafe merupakan nama besar yang telah dikelola secara profesional sejak lama.
Maulana menekankan bahwa kondisi industri kafe dan restoran saat ini belum dapat dikatakan pulih sepenuhnya. “Situasi yang kita hadapi saat ini kan belum bisa dikatakan pulih. Itu faktanya bahwa siapa saja bisa terdampak,” ujarnya.
Biaya sewa mal dan sebaran pemulihan yang belum merata
Maulana menjelaskan, keterpurukan kinerja kafe dan restoran pada 2020 hingga tahun lalu masih menyisakan berbagai persoalan bagi industri. Salah satu isu yang menonjol adalah tingginya biaya sewa, terutama untuk restoran yang berlokasi di mal atau pusat perbelanjaan.
“Kalau kita bicara masalah restoran yang berada di mal atau pusat perbelanjaan itu, biaya untuk mereka sewa sudah tinggi. Kalau mal tidak menarik crowd, tenant di situ pasti akan kesulitan,” kata Maulana.
Ia menambahkan, meski situasi saat ini menunjukkan peningkatan, pergerakannya tidak merata. Secara nasional terlihat membaik, namun pertumbuhan di tiap daerah dinilai belum berjalan secara seimbang.

