BERITA TERKINI
Pemkot Metro Resmikan Metro Culinary Festival di Lapangan Iringmulyo

Pemkot Metro Resmikan Metro Culinary Festival di Lapangan Iringmulyo

Pemerintah Kota Metro membuka pelaksanaan Metro Culinary Festival (MCF) di Lapangan Iringmulyo, Metro Timur, Jumat (11/9/2026) malam. Ajang ini menghadirkan beragam pilihan kuliner sekaligus menjadi ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di Kota Metro.

Festival tersebut menghadirkan puluhan tenant dengan ratusan jenis produk makanan dan minuman. Ragam sajian yang ditawarkan mencakup makanan berat, makanan ringan, jajanan, hingga aneka minuman, yang disiapkan untuk memberikan pengalaman kuliner bagi masyarakat.

Asisten II Setda Kota Metro, Dr. Kusbani, mengatakan MCF tidak hanya menjadi kegiatan menikmati kuliner, tetapi juga memiliki makna lebih luas sebagai ruang promosi potensi kuliner lokal, penguatan UMKM, pembukaan peluang ekonomi, serta pengenalan kreativitas masyarakat.

“Metro Culinary Festival bukan sekadar kegiatan untuk menikmati beragam sajian kuliner. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang untuk mempromosikan potensi kuliner lokal, memperkuat UMKM, membuka peluang ekonomi, serta memperkenalkan kreativitas masyarakat Kota Metro,” ujar Kusbani.

Ia menilai sektor kuliner memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah karena melibatkan rantai ekonomi yang luas. Menurutnya, di balik produk makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat, terdapat peran pelaku UMKM, pedagang, petani, pelaku usaha kreatif, hingga pihak lain yang terlibat.

“Kita menyadari bahwa sektor kuliner memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Di balik setiap produk makanan dan minuman yang kita nikmati, terdapat kerja keras pelaku UMKM, pedagang, petani, pelaku usaha kreatif hingga masyarakat yang terlibat dalam rantai ekonominya,” katanya.

Kusbani juga mengapresiasi penyelenggaraan MCF dan berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ia mendorong agar festival ini dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Metro secara berkelanjutan.

“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tapi dapat menjadi katalisator bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Metro,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak pelaku usaha kuliner untuk terus meningkatkan kualitas produk, menjaga kebersihan dan keamanan pangan, memperkuat kemasan, serta membangun branding agar produk lokal lebih mudah dikenali. Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Kita ingin kuliner Kota Metro tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tapi juga menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah untuk datang, berkunjung dan menikmati Kota Metro,” ungkapnya.

Sementara itu, Founder Titik Kumpul, Hermansyah Albantani, menyampaikan bahwa MCF diikuti sekitar 50-an tenant yang membawa ratusan jenis produk kuliner. Ia menilai keberagaman pilihan makanan dan minuman menjadi daya tarik utama karena pengunjung dapat menemukan berbagai menu dalam satu lokasi.

“Ada banyak sekali jenis kuliner, dari makanan dan minuman, baik yang berat maupun ringan. Dengan hadirnya MCF, geliat usaha kuliner di Kota Metro diharapkan semakin kuat. Festival ini bukan hanya tentang makanan yang tersaji di meja, tetapi juga tentang bagaimana kreativitas, kerja keras dan keberanian pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk tumbuh,” tandasnya.