BERITA TERKINI
Tren “Stop the Wedding!” Viral di TikTok, Dipakai untuk Soroti Tanda Hubungan Tidak Sehat

Tren “Stop the Wedding!” Viral di TikTok, Dipakai untuk Soroti Tanda Hubungan Tidak Sehat

Tren penggunaan lagu “Stop the Wedding!” ramai di media sosial, khususnya TikTok. Audio ini kerap dipakai pengguna untuk membagikan cerita tentang hubungan yang dinilai tidak sehat, dengan menyoroti berbagai perilaku pasangan yang dianggap merugikan, mulai dari perselingkuhan, kelalaian dalam tanggung jawab rumah tangga, hingga mengabaikan kebutuhan emosional.

Meski judulnya menyebut pernikahan, tren ini tidak selalu membahas pernikahan secara harfiah. Frasa “stop the wedding” berkembang menjadi seruan untuk menghentikan hubungan yang justru merugikan salah satu pihak atau keduanya. Tren ini juga kerap dikaitkan dengan semangat “women support women”, ketika kreator perempuan menggunakan lagu tersebut untuk mengajak lebih peka terhadap tanda-tanda hubungan tidak sehat dan berani mengambil keputusan demi kebahagiaan diri sendiri.

Popularitas audio “Stop the Wedding!” ikut terdongkrak oleh tren tersebut. Lagu ini disebut telah digunakan dalam lebih dari 125 ribu video di TikTok dan telah didengar lebih dari 94 juta kali di Spotify.

Di balik viralnya tren, “Stop the Wedding!” merupakan lagu dari Ashe yang bercerita tentang seseorang yang menyadari adanya tanda bahaya dalam hubungan menjelang pernikahan. Melalui liriknya, tokoh dalam lagu mulai mempertanyakan keputusan yang akan diambil setelah melihat berbagai perilaku yang membuatnya merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Lagu ini juga terinspirasi dari pengalaman pribadi Ashe, ketika ia membandingkan pernikahan pertamanya yang berakhir dengan perceraian dengan pernikahan keduanya yang membuatnya merasa lebih bebas. Dalam laporan BBC, Ashe menyebut pernikahan pertamanya sebagai pengalaman yang buruk.

Melalui lagu ini, Ashe ingin menyampaikan pesan bahwa seseorang tidak harus bertahan dalam situasi yang tidak diinginkan hanya karena merasa sudah terlanjur menjalaninya. Alih-alih mengabaikan keraguan, lagu tersebut mendorong pendengar untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang dapat memengaruhi masa depan.

Potongan lirik yang menonjol menegaskan pesan itu, seperti “The warning signs are flashing now” dan “You can burn the dress and run away”, yang menggambarkan dorongan untuk berhenti ketika tanda bahaya sudah terlihat, meski persiapan pernikahan telah berjalan.

Tren “Stop the Wedding!” pada akhirnya tidak hanya dimaknai sebagai cerita tentang membatalkan pernikahan, melainkan juga sebagai ajakan untuk berani mengambil keputusan dan memilih jalan hidup yang benar-benar diinginkan.