Mengenal Misophobia, Ketakutan Berlebihan terhadap Kuman dan Cara Mengatasinya

Mengenal Misophobia, Ketakutan Berlebihan terhadap Kuman dan Cara Mengatasinya

Misophobia adalah rasa takut berlebihan terhadap kontaminasi kuman dan bakteri. Kondisi ini dapat membuat penderitanya merasa sangat jijik terhadap benda-benda di sekelilingnya yang dianggap kotor, meski sebenarnya tidak sekotor yang dibayangkan.

Salah satu gejala yang kerap terlihat adalah dorongan untuk segera mencuci tangan setelah memegang sesuatu yang dinilai kotor. Penderita juga bisa menjadi sangat emosional saat bersentuhan dengan barang yang menurut mereka kotor.

Misophobia umumnya dialami sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga dewasa. Sejumlah faktor disebut dapat memicu kondisi ini, mulai dari faktor lingkungan, biologis, hingga genetik.

Dari sisi lingkungan, misophobia dapat muncul ketika anak merasa tertekan atau dipaksa orang tua untuk menjaga kebersihan secara berlebihan. Tekanan tersebut dapat terbawa hingga dewasa. Faktor biologis dikaitkan dengan perubahan pada fungsi otak yang membuat seseorang mengalami ketakutan terhadap kontaminasi. Sementara faktor genetik merujuk pada kemungkinan kondisi ini diturunkan dalam keluarga, sehingga risiko seseorang mengalami misophobia bisa lebih besar jika ada anggota keluarga yang memiliki gangguan serupa.

Penanganan misophobia bertujuan membantu penderitanya merasa lebih nyaman saat terpapar kotoran atau kuman dalam kadar yang wajar, sehingga tidak mengganggu kualitas hidup.

Salah satu langkah yang disarankan adalah perubahan gaya hidup. Upaya ini meliputi mengonsumsi makanan sehat, memilih olahraga yang membantu menenangkan pikiran seperti pilates atau yoga, serta mengikuti komunitas misophobia untuk berdiskusi dan mendapatkan perspektif baru.

Selain itu, penanganan juga dapat dilakukan melalui konsumsi obat dan psikoterapi. Obat-obatan dapat digunakan untuk membantu meredakan kecemasan, dengan contoh yang disebutkan antara lain antidepresan, beta-blocker, dan sedatif untuk penggunaan jangka pendek. Penggunaan obat perlu disertai pemantauan dokter. Psikoterapi juga disarankan untuk mengatasi rasa takut berlebihan, yang dapat mencakup pengendalian pikiran, pengalihan perhatian dari rasa takut, serta pelatihan berbagai cara untuk mengurangi ketakutan tersebut.