Cara Sederhana Mengurangi Rasa Kesepian, dari Mengubah Sudut Pandang hingga Tetap Terhubung

Cara Sederhana Mengurangi Rasa Kesepian, dari Mengubah Sudut Pandang hingga Tetap Terhubung

Rasa kesepian dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Situasi pandemi juga membuat pertemuan dengan teman maupun orang terkasih menjadi terbatas, sehingga sebagian orang lebih rentan merasa terisolasi. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyampaikan prediksi tentang potensi meningkatnya jumlah orang yang merasa kesepian pada 2045—sebuah gambaran bahwa isu ini semakin mendapat perhatian.

Kesepian yang berlangsung lama disebut dapat menguras emosi dan membuat hidup terasa suram. Kondisi ini juga bisa memunculkan keluhan fisik, seperti sakit dan nyeri, gangguan tidur, hingga melemahnya respons kekebalan tubuh. Jika rasa kesepian sulit diatasi, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dicoba.

1. Melihat kesepian dari sudut pandang yang berbeda
Mengubah cara memaknai kesendirian dapat membantu meredakan perasaan kesepian. Misalnya, pada kondisi tertentu seperti setelah bercerai, kesendirian bisa dipahami sebagai konsekuensi yang tidak terhindarkan dan dianggap lebih baik dibanding bertahan dalam hubungan yang tidak tepat.

Selain itu, waktu sendiri dalam porsi yang wajar juga dapat memberi ruang untuk penemuan diri, pemikiran kreatif, dan refleksi. Kesendirian juga bisa membantu meningkatkan perhatian terhadap emosi diri. Karena itu, ketika rasa kesepian muncul, cobalah menerimanya terlebih dahulu, lalu cari aktivitas yang disukai agar waktu sendiri menjadi lebih bermakna.

2. Memutar musik atau menghadirkan suara
Suara dapat membantu “mengisi ruang” dan mengalihkan pikiran dari perasaan sepi. Musik menjadi salah satu pilihan, tetapi suara lain seperti televisi, radio, atau podcast juga dapat membantu. Bahkan, membuka jendela untuk mendengar suara burung atau aktivitas orang di luar rumah bisa membuat seseorang merasa lebih terhubung dengan lingkungan yang lebih luas.

3. Tetap terhubung dengan orang lain
Meski pertemuan langsung mungkin terbatas, menjaga kedekatan tetap bisa dilakukan. Interaksi melalui panggilan video dapat terasa canggung bagi sebagian orang, tetapi upaya untuk tetap terhubung dinilai penting agar hubungan sosial tetap terjaga.

4. Memaksimalkan kualitas interaksi
Berada di sekitar banyak orang tidak selalu menghilangkan rasa kesepian. Kualitas interaksi sering kali lebih menentukan daripada jumlah pertemuan. Karena itu, ketika membutuhkan koneksi yang lebih dalam, interaksi dapat dibuat lebih bermakna dengan cara:

• Berbagi emosi dan pengalaman pribadi.
• Mengajukan pertanyaan dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
• Membicarakan hal-hal yang penting, seperti pekerjaan, proyek kreatif, atau minat bersama.

5. Mempertimbangkan memelihara hewan
Bagi sebagian orang, kehadiran hewan peliharaan dapat membantu mengurangi rasa kesepian. Namun, cara ini tidak cocok untuk semua orang karena memelihara hewan membutuhkan kesiapan dan kemampuan merawat. Disebutkan pula adanya penelitian dari U.S. National Institutes of Health yang menunjukkan kepemilikan hewan peliharaan dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Meski demikian, sebelum memutuskan memelihara hewan, pastikan kebutuhan perawatannya telah dipertimbangkan, mulai dari makan, kebersihan, hingga perawatan lain yang diperlukan.

Jika berbagai cara tersebut tidak membantu dan rasa kesepian tetap mengganggu, mencari bantuan profesional seperti psikolog dapat menjadi langkah berikutnya.