Karen’s Diner menjadi sorotan menjelang kehadirannya di Indonesia. Restoran asal Australia ini dikenal luas karena mengusung konsep yang tidak lazim: pelayanannya sengaja dibuat “buruk” sebagai bagian dari pengalaman makan.
Konsep dan Profil Bisnis Karen’s Diner
Berdasarkan informasi dari situs resminya, Karen’s Diner mengusung nuansa tahun 1950-an dan berada di bawah naungan Viral Ventures Group, perusahaan asal Australia yang bergerak di bidang bar, restoran, serta layanan event organizer. Konsep-konsep yang dikembangkan grup ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan berbeda dari biasanya.
Karen’s Diner dimiliki oleh Aden Levin dan James Farrell, yang disebut memiliki keahlian dalam perencanaan acara kreatif. Menurut The Hotel Convertion, Aden pernah mendapatkan investasi di acara Dragons Den UK untuk konsep Mainstage Travel, sementara James dilaporkan berhasil meluncurkan acara yang memecahkan rekor.
Nama “Karen” sendiri, mengutip New York Post, berasal dari istilah yang digunakan untuk menggambarkan sosok yang dianggap menjengkelkan, cenderung menuntut, dan meminta perlakuan istimewa. Jika awalnya istilah ini kerap dilekatkan pada perempuan kelas menengah paruh baya, seiring waktu sebutan tersebut juga dapat merujuk pada laki-laki.
Setelah pandemi Covid-19, Viral Ventures disebut menyesuaikan model bisnisnya untuk melanjutkan strategi pengembangan. Dalam 12 bulan terakhir, pendapatan bisnis ini dilaporkan tumbuh 150% dan menghasilkan lebih dari US$5 juta. Saat ini Karen’s Diner telah hadir di 26 wilayah secara global.
Peluang Kemitraan dan Franchise
Karen’s Diner membuka peluang kemitraan secara global bagi pihak yang ingin mengembangkan franchise di berbagai wilayah. Calon mitra dapat mengakses situs bemorekaren.com untuk mengajukan minat kemitraan.
Dalam proses pengajuan, calon mitra diminta mengisi sejumlah informasi, antara lain:
- data personal,
- pengajuan biaya investasi,
- sumber peminjaman dana,
- jumlah lokasi yang ingin dibuka,
- rencana lokasi,
- kesiapan bergabung untuk pembukaan toko.
Namun, belum ada informasi mengenai besaran biaya yang diperlukan untuk membuka franchise Karen’s Diner di Indonesia. Biaya kemitraan disebut dapat bergantung pada permintaan pasar serta jumlah restoran yang akan didirikan.

