BERITA TERKINI
Gia Lai Dorong Pariwisata Lewat Sinergi Produk Pertanian, Kuliner, dan Konten Kreatif

Gia Lai Dorong Pariwisata Lewat Sinergi Produk Pertanian, Kuliner, dan Konten Kreatif

Pemerintah Provinsi Gia Lai, Vietnam, menyiapkan program yang menghubungkan produk pertanian, kuliner, dan konten kreatif untuk mendorong pengembangan pariwisata. Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai produk pertanian melalui pengolahan kuliner, penguatan merek, serta pemanfaatan kreativitas film, televisi, dan konten digital guna mempromosikan identitas Vietnam, menarik wisatawan, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat lokal.

Menurut Komite Rakyat Provinsi Gia Lai, rangkaian kegiatan mencakup dua seminar utama, yakni seminar bertajuk “Produk Pertanian Vietnam: Dari Ladang ke Meja Dunia” pada 16 Oktober dan seminar “Sinema - Televisi - Video Pendek dengan Tema Kuliner dalam Mempromosikan Pariwisata” pada 17 Oktober.

Kedua seminar tersebut dirancang untuk menghubungkan perjalanan dari bahan mentah, hidangan, dan merek hingga menjadi cerita, tayangan, dan pengalaman destinasi. Forum ini juga membuka ruang pertukaran di antara lembaga pengelola, pakar, pelaku usaha, pengrajin, serta kreator mengenai potensi model kolaborasi.

Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir sebagai delegasi, antara lain Le Minh Hoan (mantan Wakil Ketua Majelis Nasional, mantan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, kini Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup), Ho An Phong (Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata), Nguyen Thi Thanh Lich (Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Gia Lai), Nguyen Trung Khanh (Direktur Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam), Dang Tran Cuong (Direktur Departemen Sinema), Do Le Hung Tu (Presiden Asosiasi Film Vietnam), serta Nguyen Quoc Ky (Presiden VCCA). Kegiatan juga melibatkan manajer, pakar, perwakilan bisnis, sutradara, penulis skenario, produser, dan kreator konten.

Dalam seminar 16 Oktober, Le Minh Hoan dijadwalkan mempresentasikan makalah berjudul “Dari Musim Panen ke Tanah Kenangan Indah”. Ia menekankan bahwa transformasi tidak hanya berfokus pada perluasan pasar produk pertanian, tetapi juga pada upaya mendorong partisipasi masyarakat yang lebih dalam dan memastikan mereka memperoleh manfaat yang lebih adil dari rantai nilai.

Pendekatan tersebut menempatkan produsen dan komunitas sebagai pusat proses peningkatan nilai produk pertanian, sekaligus menghubungkan pengembangan produk dengan budaya lokal, pariwisata, dan kapasitas kreatif.

Sementara itu, seminar 17 Oktober membawa pesan “Mengubah warisan kuliner menjadi konten kreatif, produk pariwisata, dan kekuatan lunak nasional.” Dalam kerangka ini, makanan, pengetahuan kuliner, kenangan keluarga, dan kehidupan komunitas dipandang sebagai sumber daya industri budaya yang dapat menjadi bahan cerita bernuansa emosional, sekaligus mendorong ketertarikan penonton untuk mengenal dan menjelajahi Vietnam.

Dengan karakter wilayah yang beragam, dari dataran tinggi hingga pesisir, Gia Lai menilai memiliki peluang untuk menghubungkan sumber bahan baku, produk OCOP, identitas kuliner, dan pengalaman wisata.

Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Gia Lai, Nguyen Thi Thanh Lich, menyatakan pemerintah provinsi akan terus mengarahkan lembaga dan unit terkait untuk berkoordinasi dengan daerah, asosiasi, dan komunitas bisnis. Ia juga menegaskan komitmen untuk mendampingi serta menciptakan kondisi yang menguntungkan agar gagasan dan inisiatif praktis dapat diteliti, diuji, dan diterapkan secara efektif.

Gia Lai berharap usulan kerja sama dapat dikonkretkan melalui penetapan mitra yang jelas, produk yang spesifik, peta jalan yang layak, serta pasar sasaran, dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing pihak.

Fokus kerja sama diarahkan pada penguatan konektivitas antara sektor pertanian, koperasi, fasilitas pengolahan, restoran, hotel, pelaku perjalanan, dan distributor. Program juga menekankan pengembangan pengalaman musiman, aktivitas pengolahan, hingga pengalaman menikmati produk pertanian, sembari mendorong konservasi sumber daya, pengurangan limbah, dan penerapan ekonomi sirkular.

Pemimpin Provinsi Gia Lai juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan pengrajin, termasuk pengakuan serta manfaat yang layak atas pengetahuan, keterampilan, dan produk yang mereka miliki. Konten dan pengalaman yang dikembangkan pun diharapkan tetap menghormati identitas komunitas.

Selain seminar, agenda kegiatan mencakup Kunjungan Pertanian pada sore 17 Oktober di Pasar Olala Nem Cha Cho Huyen dan Ca Farm Organic. Kunjungan ini dirancang untuk memberi kesempatan kepada para delegasi mempelajari produk kuliner lokal, model pertanian organik, serta potensi penghubung antara kegiatan produksi dengan pengalaman wisata.