BERITA TERKINI
Disperindag NTB Bidik Pasar Asia dan Timur Tengah untuk Ekspor Sate Rembiga dan Ayam Taliwang

Disperindag NTB Bidik Pasar Asia dan Timur Tengah untuk Ekspor Sate Rembiga dan Ayam Taliwang

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan optimistis memperluas pasar produk lokal ke tingkat global melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Wiranata, menilai pameran dagang tersebut menjadi wadah strategis untuk membuka peluang ekspor, termasuk bagi komoditas kuliner unggulan daerah.

Dalam pemantauannya di pameran, Wiranata menyebut dua hidangan khas NTB dinilai memiliki daya tarik bagi pembeli mancanegara, yakni sate rembiga dan ayam taliwang. Ia menilai aroma rempah pada olahan ayam dan daging menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian pelaku pasar ekspor. “Kemungkinan sate rembiga dan ayam taliwang, karena memang itu yang paling enak,” ujarnya.

Disperindag NTB mengarahkan fokus pemasaran awal ke kawasan Asia dan Timur Tengah. Menurut Wiranata, karakter selera konsumen di wilayah tersebut dinilai cocok dengan cita rasa pedas dan gurih khas Nusantara. Sementara itu, untuk pasar Eropa dan Australia, ia menyebut diperlukan penyesuaian rasa agar lebih sesuai dengan preferensi konsumen setempat.

“Kita akan sesuaikan dahulu rasanya untuk pasar Eropa dan Australia dengan lidah mereka. Namun, yang sudah cocok dengan rasanya saat ini adalah Timur Tengah dan Asia,” kata Wiranata.

Terkait target ekspor, pihak dinas menyatakan ingin memaksimalkan volume pengiriman tanpa menetapkan nilai nominal tertentu. Wiranata menilai peningkatan penjualan produk pangan olahan ke pasar internasional dapat mendorong perputaran ekonomi daerah, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya kebutuhan bahan baku pertanian dari masyarakat.

Melihat antusiasme pembeli internasional dalam pameran tersebut, Wiranata juga menyampaikan usulan agar agenda TEI digelar lebih sering. “Luar biasa acara ini. Kalau bisa diadakan dua kali setahun, jangan sekali setahun,” ujarnya.

Kehadiran produk kuliner daerah dalam pameran internasional dinilai menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan mutu dan skala produksi, seiring upaya menembus pasar Asia dan Timur Tengah sebagai langkah awal.