SUMENEP — Memasuki musim pancaroba, gangguan nyamuk di dalam rumah kian banyak dikeluhkan warga di wilayah Madura, terutama di kawasan permukiman padat. Seiring meningkatnya keresahan, sebagian keluarga mulai mengurangi penggunaan obat nyamuk semprot berbahan kimia dan beralih ke solusi berbasis bahan rumahan.
Tokoh masyarakat Desa Tanah Merah, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Muhamad, mengatakan penggunaan bahan alami sudah lama dilakukan warga setempat. Menurutnya, cara tersebut dinilai lebih aman bagi pernapasan, terutama untuk keluarga yang memiliki balita maupun lansia.
Sejumlah bahan dapur yang kerap dimanfaatkan antara lain serai wangi. Tanaman yang umum digunakan sebagai bumbu ini mengandung zat citronella, yang aromanya disebut tidak disukai nyamuk. Cara pemakaiannya cukup dengan mengiris tipis batang serai lalu meletakkannya di wadah terbuka pada sudut kamar atau ruang tamu.
Selain itu, kulit jeruk kering juga digunakan sebagai alternatif. Minyak atsiri dalam kulit jeruk disebut dapat berfungsi sebagai repelan alami untuk menjauhkan serangga, tanpa menimbulkan bau menyengat yang mengganggu penghuni rumah.
Bagi warga yang menginginkan cara lebih praktis, tersedia opsi membuat ramuan semprot mandiri. Caranya dengan merebus beberapa batang serai hingga air rebusannya pekat. Setelah dingin, air tersebut dimasukkan ke botol semprot dan digunakan pada area gelap yang kerap menjadi tempat nyamuk bersembunyi, seperti di balik gorden atau gantungan baju.
Dengan langkah-langkah sederhana tersebut, warga berharap kenyamanan hunian tetap terjaga tanpa biaya besar, sekaligus menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap sehat bagi seluruh anggota keluarga.

