Pemanis seperti gula kerap digunakan untuk menambah rasa pada makanan dan minuman. Dalam sejumlah hidangan, tambahan pemanis dianggap dapat membuat rasa lebih pas di lidah.
Meski demikian, konsumsi pemanis tetap perlu dibatasi. Mengutip mayoclinic.org, menambahkan pemanis pada makanan atau minuman secara berlebihan tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti stroke, diabetes, dan lainnya. Risiko tersebut juga menjadi perhatian ketika pemanis yang dikonsumsi telah melalui proses kimiawi.
Di pasaran tersedia beragam jenis pemanis yang bisa dijadikan stok di rumah. Namun, sebagian orang mengaku masih kesulitan membedakan pemanis alami dan pemanis buatan. Salah satu penyebabnya, tidak semua produk pemanis mencantumkan komposisi bahan pembuatnya secara jelas pada kemasan.
Untuk mengatasi kebingungan tersebut, beredar cara sederhana yang disebut hanya memerlukan satu bahan dapur. Cara ini ditunjukkan oleh warganet melalui akun YouTube Obrolan Hijrah sebagai upaya membedakan pemanis alami dan buatan.

