BERITA TERKINI
Warga Minta Pemko Banda Aceh Antisipasi Lonjakan Harga Daging Jelang Meugang Ramadhan 1447 H

Warga Minta Pemko Banda Aceh Antisipasi Lonjakan Harga Daging Jelang Meugang Ramadhan 1447 H

Masyarakat Banda Aceh meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga daging menjelang Meugang Ramadhan 1447 Hijriah. Upaya tersebut dinilai penting agar tradisi Makmeugang tetap dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah.

Salah seorang warga Banda Aceh yang enggan disebutkan namanya berharap Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal kembali menggelar Pasar Murah Khusus Daging Meugang seperti yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, program pasar murah tersebut dinilai efektif membantu warga karena harga daging dapat dijaga tetap stabil seperti hari-hari biasa. Dengan kondisi itu, masyarakat tetap bisa menikmati daging meugang bersama keluarga.

Sebelumnya, Pemko Banda Aceh melalui UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) pada Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, telah melaksanakan Operasi Pasar Murah Khusus Daging Meugang pada Meugang Ramadhan dan Meugang Idul Fitri 2025. Program tersebut disebut berlangsung tanpa menggunakan APBK dan menjadi bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga daging di pasaran.

Operasi pasar murah itu mendapat antusiasme tinggi dari ribuan warga. Selain membantu masyarakat memperoleh daging dengan harga normal, kebijakan tersebut juga dinilai berkontribusi terhadap pengendalian inflasi di Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Sejumlah warga juga mengapresiasi Kepala UPTD RPH Banda Aceh, Heriansyah, atas langkah yang dinilai cepat dan solutif dalam pelaksanaan operasi pasar daging meugang. Mereka menilai langkah tersebut turut berperan dalam menstabilkan harga daging di wilayah Kota Banda Aceh.

Secara terpisah, Heriansyah saat dihubungi melalui pesan WhatsApp terkait rencana pelaksanaan Operasi Pasar Murah Daging Meugang tahun ini menyatakan kesiapannya menunggu arahan pimpinan. Ia menyebut akan menjalankan pemetaan, konsolidasi, koordinasi, kolaborasi, hingga aksi secara terukur, terstruktur, dan sistematis, serta diakhiri evaluasi apabila kembali ditugaskan.

Ia juga menyatakan kesiapan mengawal stabilitas harga daging lebih lama jika diperlukan, merujuk pada pelaksanaan operasi pasar menjelang Idul Fitri tahun lalu yang dilakukan selama empat hari berturut-turut.