BERITA TERKINI
Unggahan Menu Kentang Picu Polemik, SPPG Mappasaile Ditutup Sementara, 2.360 Siswa di Pangkep Tak Terima MBG

Unggahan Menu Kentang Picu Polemik, SPPG Mappasaile Ditutup Sementara, 2.360 Siswa di Pangkep Tak Terima MBG

Ribuan pelajar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangkep dilaporkan tidak lagi menerima paket makanan setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mappasaile ditutup sementara. Penutupan ini terjadi menyusul beredarnya unggahan di media sosial yang memicu polemik terkait menu MBG.

Kepala SPPG Mappasaile, Evi Irviyanti, menjelaskan penutupan dilakukan setelah muncul foto menu MBG di salah satu akun Instagram dengan narasi yang dinilai dapat membentuk persepsi negatif di publik. Ia mengatakan pihaknya perlu meluruskan informasi yang beredar.

Menurut Evi, menu pada hari Kamis yang menjadi sorotan berupa kentang goreng sebagai pengganti nasi. Ia menegaskan kentang tetap mengandung karbohidrat sehingga dapat berperan sebagai sumber energi dalam menu.

Evi juga menyebut unggahan tersebut tidak mencantumkan sumber yang jelas dan dinilai tidak dapat dipertanggungjawabkan. Narasi yang menyertai foto disebutnya bersifat provokatif sehingga memicu polemik.

Ia menambahkan, foto yang beredar bukan menggambarkan porsi keseluruhan penerima manfaat. Menurutnya, gambar tersebut merupakan porsi kecil untuk anak PAUD hingga SD kelas III yang kemudian menjadi viral.

Dampak dari polemik tersebut membuat SPPG Mappasaile menghentikan pelayanan sementara. Sebanyak 2.360 siswa penerima manfaat dilaporkan tidak lagi memperoleh paket MBG sejak beberapa hari terakhir.

Sementara itu, ahli gizi Nur Amalia dalam pernyataan resminya memastikan menu kentang yang dipermasalahkan telah memenuhi standar kandungan gizi. Ia menyampaikan kandungan karbohidrat pada porsi kecil mencapai 23,92 gram, sedangkan pada porsi besar mencapai 31,95 gram.

Nur Amalia menegaskan kentang merupakan sumber karbohidrat yang dapat menjadi alternatif pengganti nasi dalam menu gizi seimbang.