BERITA TERKINI
Program Makan Bergizi Gratis Kembali Disalurkan, BGN Minta Menu Protein Hewani Termasuk Daging Tersedia

Program Makan Bergizi Gratis Kembali Disalurkan, BGN Minta Menu Protein Hewani Termasuk Daging Tersedia

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada siswa di berbagai daerah setelah sempat dihentikan selama masa libur sekolah sekitar dua pekan terakhir. Seiring dimulainya tahun ajaran baru, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan peningkatan kualitas gizi menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Wakil Kepala BGN Trenggono menyampaikan hal itu saat meninjau pelaksanaan Program MBG di sejumlah sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jakarta Pusat, Senin (14/7/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai standar, mulai dari kualitas menu, keamanan pangan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.

Menurut Trenggono, Program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi penggerak ekosistem pangan di daerah. Ia mendorong pemanfaatan buah-buahan lokal, pengurangan ketergantungan pada bahan baku produksi pabrikan, serta pengutamaan pasokan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan petani, pelaku UMKM, dan penyedia bahan pangan lokal agar program turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, BGN meminta agar menu makanan yang disajikan kepada siswa konsisten mengandung protein hewani. Salah satu yang menjadi perhatian ialah ketersediaan daging sebagai sumber protein dalam menu harian.

“Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang lengkap dan seimbang. Karena itu, menu berbahan protein hewani, termasuk daging, perlu diupayakan tersedia secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan, kecukupan gizi, dan ketersediaan bahan baku di masing-masing daerah,” kata Trenggono.

Trenggono menambahkan, kualitas gizi tetap menjadi prioritas utama karena berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kemampuan belajar anak usia sekolah. Untuk menjaga kualitas pelaksanaan program, BGN memberikan arahan kepada pengelola SPPG dan mitra pelaksana agar aktif melakukan pendampingan saat monitoring, membangun komunikasi rutin dengan pihak sekolah, serta menghimpun masukan dari kepala sekolah, guru, siswa, dan penerima manfaat lainnya.

Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan menu dan peningkatan kualitas layanan Program MBG di berbagai daerah. Dengan kembali bergulirnya program setelah libur sekolah, BGN berharap kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi secara optimal sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian lokal melalui pemanfaatan produk pangan daerah dan keterlibatan pelaku usaha setempat.