Lele menjadi salah satu lauk favorit di banyak rumah tangga karena harganya terjangkau, mudah didapat, dan fleksibel diolah menjadi beragam menu. Namun, lele yang sudah mati cenderung cepat membusuk bila dibiarkan pada suhu ruang, terutama ketika tidak tersedia kulkas untuk menyimpan stok.
Salah satu cara yang dibagikan kreator YouTube Mbok Midut adalah mengolah lele terlebih dahulu sebelum disimpan. Intinya, lele tidak disimpan dalam kondisi mentah, melainkan digoreng hingga sekitar 70% matang. Menurut Mbok Midut, metode ini dapat membuat lele bertahan 24 jam dengan rasa yang masih baik, dan bisa hingga dua hari.
Langkah penyimpanan lele tanpa kulkas
Pertama, lele dicuci bersih di bawah air mengalir, termasuk bagian dalam perut. Pembersihan menyeluruh diperlukan karena kotoran yang tertinggal dapat mempercepat proses pembusukan.
Setelah itu, lele dilumuri garam secukupnya hingga merata di seluruh permukaan. Garam disebut membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan, sekaligus mengurangi bau amis dan lendir. Lele kemudian dibilas kembali dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa garam berlebih agar rasa tidak terlalu asin saat dimasak.
Langkah berikutnya adalah membuat beberapa sayatan dangkal di bagian badan lele. Sayatan ini bertujuan membantu bumbu meresap lebih dalam.
Untuk bumbu, lele diberi 1 sdm ketumbar bubuk, 1 sdt garam, dan 1 sdm margarin, lalu diaduk hingga merata. Ketumbar digunakan untuk membantu menekan bau amis, sedangkan margarin membantu bumbu menempel dan menjaga tekstur daging agar tidak terlalu kering saat proses penggorengan ulang.
Sebelum digoreng, permukaan lele dilapisi sekitar 3 sdm tepung terigu secara tipis dan merata. Lapisan tepung ini berfungsi mengurangi letupan minyak saat menggoreng dan membantu membentuk lapisan luar yang melindungi daging selama penyimpanan.
Lele kemudian digoreng dalam minyak panas hingga sekitar 70% matang, tidak sampai benar-benar matang. Setelah diangkat dan ditiriskan, lele disimpan dalam wadah tertutup di suhu ruang. Saat akan disajikan, lele digoreng kembali hingga matang sempurna.
Catatan agar penyimpanan lebih optimal
Mbok Midut menekankan pentingnya menggunakan lele yang benar-benar segar. Metode ini juga disarankan dilakukan dengan menyimpan lele setengah matang dalam wadah tertutup rapat agar tidak terpapar udara atau serangga. Jika disimpan lebih dari satu hari, kondisi lele perlu diperiksa terlebih dahulu, terutama perubahan bau. Saat menggoreng ulang, minyak sebaiknya dalam kondisi benar-benar panas agar lele cepat matang merata.
Alasan lele digoreng setengah matang
Lele digoreng hanya sampai 70% matang agar tekstur tidak menjadi terlalu kering dan keras ketika digoreng untuk kedua kalinya. Dengan tingkat kematangan tersebut, proses penggorengan ulang cukup singkat dan hasilnya diharapkan tetap baik.
Tanda lele masih layak dikonsumsi
Ciri lele yang masih layak digoreng ulang antara lain tidak berbau asam atau busuk menyengat, warna daging tidak berubah kehijauan, dan teksturnya masih padat saat ditekan. Jika muncul salah satu tanda tersebut, lele disarankan tidak dikonsumsi.
Penyesuaian bumbu
Bumbu dapat disesuaikan dengan selera. Namun, ketumbar dan garam disebut memiliki fungsi utama sebagai pengurang amis dan pengawet alami sehingga sebaiknya tetap digunakan. Tambahan bumbu lain seperti bawang putih halus atau kunyit dapat digunakan untuk variasi rasa.

