Tren wisata motor di Chongqing, China, menjadi perhatian pemerintah setempat menyusul munculnya aktivitas berkendara yang dinilai berisiko terhadap keselamatan. Kegiatan ini menawarkan pengalaman berboncengan dengan pengendara profesional sambil berfoto atau merekam video dengan latar gedung pencakar langit serta pemandangan malam kota.
Layanan yang ditawarkan tidak hanya perjalanan motor, tetapi juga mencakup penyewaan perlengkapan, tata rias profesional, fotografi, dan videografi. Popularitasnya terlihat dari banyaknya video yang beredar di media sosial seperti Instagram, Xiaohongshu, dan TikTok.
Sejumlah konten menampilkan penumpang mengangkat kedua tangan saat dibonceng, sementara pengendara melakukan manuver atau mengendarai motor dengan satu tangan untuk menyapa kamera. Tren ini juga menarik perhatian figur publik, termasuk Choi Yena, mantan anggota grup K-pop Iz*One, yang mengikuti sesi pemotretan sepeda motor pada April 2026.
Sorotan terhadap tren tersebut menguat setelah pemantauan CCTV menunjukkan deretan sepeda motor di Jalan Nanbin, kawasan tepi sungai di Distrik Nan'an, yang digunakan untuk pengambilan gambar iklan selama liburan Hari Nasional. Dalam kegiatan itu, operator kamera dilaporkan mengendalikan sepeda motor dengan satu tangan agar tangan lainnya dapat digunakan untuk merekam.
Rekaman lain memperlihatkan pengendara melepas tangan dari kemudi, menggeber mesin, dan bermanuver di antara jalur lalu lintas. Selain itu, penggunaan jalan yang tidak semestinya, parkir ilegal, serta pengambilan foto di dekat taman tepi sungai turut menjadi perhatian karena dinilai berpotensi mengganggu lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.
Untuk merespons persoalan tersebut, pemerintah setempat menjalankan langkah penataan di Distrik Nan'an dan Kawasan Baru Liangjiang. Di Distrik Nan'an, pemerintah menetapkan area parkir khusus bagi sepeda motor yang digunakan untuk fotografi, mengatur jam operasional, serta menyusun standar perilaku bagi pelaku usaha.
Pemerintah juga berdiskusi dengan tim bisnis yang terlibat dalam layanan wisata motor tersebut. Selain itu, patroli malam digelar pada jam-jam sibuk untuk menindak pelanggaran, termasuk parkir ilegal dan penumpukan barang.