Tradisi Petik Laut di Muncar Banyuwangi, Ritual Syukur Nelayan yang Digelar Tiap 15 Muharram

Tradisi Petik Laut di Muncar Banyuwangi, Ritual Syukur Nelayan yang Digelar Tiap 15 Muharram

Setiap tahun, nelayan di Desa Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar tradisi Petik Laut. Upacara adat ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama untuk memohon berkah, rezeki, dan keselamatan saat melaut.

Ritual diawali pembuatan sesaji

Rangkaian Petik Laut dimulai dengan pembuatan sesaji oleh sesepuh nelayan. Setelah itu, warga menyiapkan perahu kecil yang digunakan sebagai perahu sesaji. Perahu tersebut dihias menyerupai kapal nelayan yang biasa dipakai melaut, lalu dihanyutkan ke laut.

Warisan leluhur sejak 1901

Petik Laut disebut sebagai warisan dari para leluhur dan dimaknai sebagai sedekah masyarakat kepada laut yang selama setahun menjadi tempat mereka mencari penghidupan. Tradisi ini dilaksanakan bertepatan pada 15 Muharram, yang juga bertepatan dengan momen pasang surut air laut. Tradisi Petik Laut Muncar disebut telah ada sejak tahun 1901.

Makna “Petik Laut” dan arak-arakan sesaji

Istilah Petik Laut berasal dari bahasa Jawa yang bermakna ambil atau pungut, yang dimaknai sebagai mengambil hasil usaha dari laut. Dalam pelaksanaannya, sesaji diarak keliling kampung oleh masyarakat. Isi sesaji antara lain aneka kue, buah-buahan, pancingan emas, serta dua ekor ayam.

Setibanya di pantai, arak-arakan disambut dengan tarian gandrung. Sesaji kemudian dibawa ke atas perahu kecil. Pada momen ini, warga berebut naik ke perahu dengan harapan memperoleh berkah.

Ider bumi, tirakatan, hingga pelepasan sesaji di tengah laut

Masyarakat setempat juga menyebut rangkaian kegiatan ini sebagai ider bumi, tirakatan, serta pengajian. Sesaji kemudian dilepaskan di tengah laut dengan iringan kapal. Pelepasan dilakukan dua kali di lokasi yang berdekatan.

Setelah pelepasan, nelayan yang mengikuti ritual berlomba-lomba mengambil sesaji. Dalam rangkaian tersebut, kapal yang mereka tumpangi juga ditabrakkan.

Ditutup doa bersama dan menjadi daya tarik wisata

Tradisi Petik Laut diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin sesepuh dan petinggi desa setempat dalam acara selametan. Meski merupakan ritual adat, keunikan Petik Laut Muncar turut menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.