Toko Kopi Bemo di Pasar Rawamangun, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, telah menjajakan kopi nusantara selama sekitar 60 tahun. Berada di sudut kios pasar tradisional dan diapit pedagang sembako serta sayur-mayur, toko ini tetap menjadi tujuan para penikmat kopi yang mencari beragam jenis biji kopi.
Meski lokasinya tidak mencolok karena berada di dalam pasar, Toko Kopi Bemo dikenal konsisten menjaga kualitas dan cita rasa biji kopi yang dijual. Menurut pemilik sekaligus generasi kedua penerus usaha, Edward Nurjadi (50), konsistensi tersebut turut membuat pelanggan bertahan bahkan bertambah lintas generasi.
“Jadi dari kakeknya, turun ke anak, turun ke cucu masih belanja kopi nya dari kita,” kata Edward saat ditemui Minggu (25/1/2026).
Di toko ini tersedia sekitar 50 varian biji kopi, dengan mayoritas berasal dari kopi nusantara yang didapat langsung dari masing-masing pabrik pengolahan. Di antara varian yang dijajakan antara lain Robusta Jantan Lampung, Robusta Solok, Robusta Aceh Gayo, Robusta Toraja, Arabica Sidikalang, Arabica Kerinci, dan Arabica Puntang.
Kisah Toko Kopi Bemo bermula pada 1965, saat orangtua Edward, Rahman dan Marta, memulai usaha tersebut. Pada masa awal, Rahman yang memperoleh pasokan biji kopi langsung dari pabrik mempromosikan dagangannya dengan cara membagikan sampel gratis kepada warga di kawasan Pulogadung.
Para sopir bemo—moda transportasi yang populer pada masa itu—juga menjadi sasaran promosi. Dari situ pula nama “Toko Kopi Bemo” dipilih, karena di sekitar Pasar Rawamangun saat itu terdapat pangkalan bemo, sekaligus menegaskan identitas lokasi toko.
Seiring waktu, upaya promosi itu mempertemukan Rahman dengan kepala Pasar Rawamangun pada masa tersebut. Rahman kemudian mendapat tawaran untuk membuka kios di dalam pasar, yang disambut baik dan menjadi titik awal Toko Kopi Bemo menetap di Pasar Rawamangun.
“Kepala pasar saat itu berkata sama papa saya, ‘Mau gak masuk ke dalam, buka toko kopi?’ disambut baik papa saya. Dia ambil kesempatan itu untuk buka toko di Pasar Rawamangun,” ujar Edward.
Perlahan, Toko Kopi Bemo semakin dikenal masyarakat. Pembeli dari berbagai kalangan pun datang untuk mencicipi beragam biji kopi yang ditawarkan, hingga membuat toko ini tetap bertahan dan melayani pelanggan sampai tiga generasi.

