Bupati Majalengka Eman Suherman mengusulkan agar menu harian dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya diseragamkan. Usulan itu muncul setelah Pemerintah Kabupaten Majalengka melakukan evaluasi pelaksanaan program tersebut.
Eman menilai penyeragaman menu akan memudahkan proses pengawasan sekaligus mendorong kompetisi kualitas antarpengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengusulkan agar pola menu dibuat terjadwal, misalnya menu minggu ini dan menu minggu berikutnya ditetapkan secara seragam.
Menurut Eman, variasi menu yang terlalu beragam berpotensi menjadi celah bagi pengelola SPPG yang tidak bertanggung jawab untuk menutupi kualitas makanan yang rendah. Sebaliknya, bila menu diseragamkan, pengawas maupun masyarakat dapat lebih mudah menilai hasil masakan dengan membandingkan kualitas makanan dari satu sekolah ke sekolah lain.
Dalam kesempatan yang sama, Eman juga mengingatkan pengelola SPPG agar tidak bekerja semata-mata untuk mengejar keuntungan pribadi. Ia menegaskan bahwa pengelola telah memperoleh keuntungan sesuai regulasi yang berlaku, seperti untuk sewa kendaraan dan sewa tempat, sehingga tidak perlu berorientasi menambah keuntungan dengan mengorbankan kualitas pengolahan makanan.
Eman meminta para pengelola menjalankan program dengan hati yang ikhlas. Ia mewanti-wanti agar tidak ada oknum yang memotong anggaran atau jatah makanan siswa demi keuntungan yang lebih besar. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam pelaksanaan program yang menyasar anak-anak.
Eman menyebut catatan evaluasi yang disampaikan Pemkab Majalengka bertujuan menjaga harapan anak-anak yang merespons positif program MBG. Ia mengatakan telah berdialog dengan siswa dan mendapati mereka senang serta berharap program tersebut terus berlanjut.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan akan terus mempercepat penyaluran program serta memperketat pemantauan di lapangan. Tim pengawas akan diturunkan secara berkala ke setiap sekolah untuk memastikan kualitas makanan yang diterima siswa tetap terjaga dan sesuai standar gizi nasional.

