Pandemi Covid-19 mendorong munculnya sejumlah kebiasaan baru dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya dirasakan para pecinta kopi, yang mulai lebih sering meracik dan menyeduh kopi sendiri di rumah.
Pembatasan sosial yang mengharuskan masyarakat menjaga jarak dan mengurangi bepergian membuat banyak penikmat kopi mencari cara agar tetap bisa menikmati seduhan tanpa harus keluar rumah. Dari situ, metode seduh manual atau manual brewing menjadi pilihan.
Dalam webinar “Sonora Virtual Class Ada Apa Dengan Coffee? Brewing Skill Bersama Evani Jesslyn”, Co-Founder First Crack & Strada Coffee, Evani Jesslyn, menjelaskan bahwa seiring perkembangan zaman, berbagai metode brewing terus bermunculan untuk menghasilkan cita rasa kopi yang berkualitas.
Meski begitu, Evani menyebut pada dasarnya metode brewing dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian.
1. Immersion
Metode immersion dapat dilihat paling jelas pada penggunaan French Press. Pada teknik ini, bubuk kopi direndam dengan air selama beberapa saat sebelum kopi disajikan.
Evani menjelaskan, metode immersion umumnya menggunakan ukuran gilingan (grind size) yang lebih kasar karena berisiko terjadi ekstraksi berlebihan. Bila kopi terlalu banyak terekstrak selama proses penyeduhan, cita rasa yang muncul dapat menjadi pahit.
2. Metode kedua
Evani menyebut ada tiga bagian dasar metode brewing, namun dalam materi yang tersedia, penjelasan rinci untuk metode kedua belum disertakan.
3. Metode ketiga
Selain immersion, terdapat dua bagian lain dalam metode brewing menurut Evani. Namun, detail penjelasan untuk metode ketiga juga belum tercantum dalam materi yang tersedia.
- Pandemi mendorong kebiasaan menyeduh kopi sendiri di rumah.
- Evani Jesslyn menyampaikan bahwa metode brewing terus berkembang.
- Secara dasar, metode brewing dibagi menjadi tiga bagian, salah satunya immersion.

