Rasa kopi tidak hanya ditentukan oleh jenis bijinya, tetapi juga cara pengolahan dan metode penyajiannya. Kopi dengan rasa yang nikmat tidak selalu harus dibeli di kafe karena dapat diseduh di rumah dengan peralatan sederhana.
Salah satu metode yang banyak digunakan untuk menyeduh kopi di rumah adalah pour over atau seduh tuang. Metode ini dilakukan dengan menuangkan air panas dari ketel khusus ke filter yang berisi bubuk kopi pada dripper. Filter yang digunakan umumnya berbahan kertas.
Coffee Experience Specialist Starbucks Reverse Dewata Bali, Qohiro Syafiqo, menjelaskan bahwa metode pour over menghasilkan rasa yang lebih kompleks namun lembut, serta minim ampas. Menurutnya, filter berperan menyerap minyak kopi yang muncul saat proses pemanggangan (roasting). Penyerapan minyak tersebut disebut dapat memunculkan karakter rasa yang lebih kompleks, termasuk nuansa rempah.
Tips menyeduh kopi pour over di rumah
-
Giling kopi menjelang diseduh
Qohiro menyarankan agar kopi digiling sesaat sebelum diseduh supaya rasanya lebih segar. Jika kopi bubuk perlu disimpan, gunakan wadah kaca kedap udara dan jauhkan dari empat hal yang disebut sebagai musuh utama kopi: oksigen, kelembapan (yang dapat memicu jamur), sinar matahari langsung, serta suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas. Kopi yang sudah digiling disarankan digunakan maksimal dalam tujuh hari.
Ia juga menyinggung soal ukuran giling (grind size). Gilingan yang terlalu kasar dinilai membuat rasa kopi kurang keluar, sedangkan gilingan terlalu halus dapat membuat rasa menjadi terlalu kuat. Ukuran giling pada akhirnya bergantung pada preferensi, namun barista umumnya mencari titik tengah.
-
Gunakan air bersuhu 90–96 derajat Celcius
Untuk penyeduhan, Qohiro menyarankan air panas pada kisaran 90–96 derajat Celcius dan tidak menggunakan air mendidih. Menurutnya, suhu yang lebih tinggi dapat membuat cita rasa yang keluar terlalu kuat sehingga lebih sulit dinikmati. Sementara jika suhunya terlalu rendah, rasa yang muncul cenderung lebih lembut tetapi tingkat keasaman menjadi lebih tinggi.
Ia menjelaskan bahwa semakin panas air, rasa pahit akan lebih dominan dan dapat menutupi rasa asam kopi. Untuk mendapatkan suhu yang tepat di rumah, air yang baru mendidih dapat didiamkan selama sekitar 3–5 menit hingga turun ke kisaran 90–96 derajat Celcius.
Qohiro juga menyebut acuan perbandingan kopi dan air yang digunakan di Starbucks, yakni 1:15, artinya 1 gram kopi diseduh dengan 15 mililiter air panas.
Pilihan air turut memengaruhi rasa. Di kafe, air biasanya difilter terlebih dahulu. Jika ingin merasakan karakter kopi yang lebih asli, ia menyarankan penggunaan air demineral karena kandungan mineral dinilai dapat memengaruhi rasa.
-
Tuang air panas secara bertahap
Air panas dari gooseneck kettle disarankan dituang perlahan dan tidak sekaligus. Pada tahap awal, tuangkan sedikit air ke atas bubuk kopi lalu diamkan sejenak hingga terjadi blooming. Menurut Qohiro, proses ini membantu mengeluarkan karbondioksida dari kopi. Ia menyebut kadar karbondioksida yang terlalu tinggi dapat mengurangi kemampuan air untuk mengekstrak rasa kopi.

