Tante Eskrim, Inovasi Bubur Ketan Hitam Berpadu Es Krim di Jalan Adityawarman Jombang

Tante Eskrim, Inovasi Bubur Ketan Hitam Berpadu Es Krim di Jalan Adityawarman Jombang

JOMBANG — Kuliner bubur dengan konsep berbeda hadir di Jombang melalui menu bernama Tante Eskrim, yakni bubur ketan hitam yang dipadukan dengan es krim. Sajian ini dijual di sebuah kedai kecil di Jalan Adityawarman Nomor 31, Jombang.

Menu tersebut disajikan di kedai “Mas Bubur” milik pasangan suami istri pecinta bubur. Mereka menggabungkan cita rasa lokal dari ketan hitam dengan rasa manis dan segar es krim yang selama ini lebih identik dengan sajian luar negeri.

Nia (30), sang pemilik, menuturkan ide usaha itu berangkat dari kegemaran suaminya mencoba berbagai jenis bubur. Dari pengalaman tersebut, mereka kemudian mencari varian yang berbeda dari bubur pada umumnya.

“Awalnya kan suami pecinta bubur, udah nyoba bubur kemana-mana jadi tahu persis rasa bubur yang enak. Berangkat dari sana, karena ingin berbisnis mencoba mencari rasa bubur dan varian yang berbeda dari umumnya muncul tante eskrim dan burjo camer (bubur kacang ijo kacang merah),” ujar Nia, Minggu (4/7/2021).

Tante Eskrim diracik dari bubur ketan hitam dengan santan kental, lalu ditambahkan es krim serta topping oreo. Menu ini dijual seharga Rp 8.000 per porsi.

Nia mengatakan mereka memang menargetkan sajian yang berbeda dan belum ada di Jombang. Ia juga menyebut tambahan es krim menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak yang biasanya kurang menyukai bubur.

Kedai “Mas Bubur” buka setiap hari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, meski terkadang dagangan bisa habis sebelum jam tutup. Selain melayani pembelian langsung, kedai tersebut juga menyediakan layanan pesan antar pada masa pandemi Covid-19 dengan minimal pembelian lima porsi. Ongkos kirim digratiskan untuk area Kota Jombang.

Salah satu pembeli, Wulan (24) asal Mojokerto, mengaku tertarik karena penasaran dengan bubur yang dipadukan es krim. “Baru pertama kali beli, tadi pas lewat kok penasaran ada bubur didalamnya pakai eskrim dan berhenti untuk mencobanya,” katanya.