Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat (Sudinkes Jakbar) membantah tudingan bahwa penyimpanan obat Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan vaksin di Puskesmas Grogol Petamburan tidak layak. Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Sahruna, menegaskan penyimpanan tetap dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) meski ruang penyimpanan terbatas.
“Dengan ruangan yang seadanya di Puskesmas Gropet, penyimpanan tetap dilaksanakan sesuai SOP yang berlaku, meski bangunan memang kurang memenuhi,” kata Sahruna saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Terkait keluhan pasien mengenai bau menyengat pada obat HIV, Sahruna menyatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah melakukan pengujian. Menurut dia, hasil uji sampling menyatakan obat tersebut layak dikonsumsi.
“Untuk obat HIV yang dikeluhkan bau oleh pasien, sudah dilakukan uji sampling oleh BPOM RI dan dinyatakan obat tersebut layak konsumsi,” ujarnya.
Pernyataan Sudinkes disampaikan menyusul temuan anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, saat kunjungan ke Puskesmas Grogol Petamburan pada November 2025. Dalam kunjungan tersebut, Yudha menilai ruang penyimpanan obat HIV dan vaksin terlalu sempit dan pengap, serta sistem pendingin ruangan dinilai tidak memenuhi standar.
Menanggapi hal itu, Sahruna menjelaskan bahwa pengaturan ruang penyimpanan dilakukan agar suhu obat tetap terjaga sesuai prinsip rantai dingin (cold chain). Ia menyebut penyesuaian dilakukan mengikuti luas ruangan yang tersedia.
“Tempat penyimpanan vaksin terlalu kecil dan sempit, sehingga penyimpanan ‘cold chain’ disesuaikan mengikuti luas ruangan yang ada,” ujar Sahruna.
Ia juga menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan unit pemeliharaan gedung terkait sejumlah temuan kerusakan fisik. Menurut dia, laporan telah disampaikan terkait retak pada tembok serta kebocoran pada pipa hidran dan atap.
“Terkait gedung yang terdapat retak di tembok, bocor di pipa hidran dan atap, sudah lapor ke pihak terkait pemeliharaan gedung,” kata dia.
Sahruna menjelaskan, sebelumnya Sudinkes Jakarta Barat memiliki gudang penyimpanan obat yang dinilai layak dan memenuhi standar di Kecamatan Cengkareng. Namun, gudang tersebut terbakar pada Mei 2024 akibat korsleting listrik, sehingga Sudinkes kehilangan fasilitas penyimpanan utama dan sementara memanfaatkan ruangan di Puskesmas Grogol Petamburan.
“Akhirnya kami meminjam ruangan di Puskesmas Jakarta Barat tetapi hanya Puskesmas Gropet saja yang mempunyai tempat untuk menyimpan obat program penyangga (buffer) Sudinkes,” ujar Sahruna.
Ia menambahkan, pembangunan gudang penyimpanan baru sudah direncanakan dan ditargetkan dilaksanakan pada 2026.
“Sudah direncanakan pembangunan Gudang Sudinkes Jakarta Barat. Pembangunan tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2026,” kata Sahruna.

