BERITA TERKINI
Studi Swansea University: Pola Makan Remaja Berkaitan dengan Kesehatan Mental, Suplemen Tak Selalu Konsisten

Studi Swansea University: Pola Makan Remaja Berkaitan dengan Kesehatan Mental, Suplemen Tak Selalu Konsisten

Penelitian terbaru dari Swansea University menyoroti bahwa pola makan remaja tidak hanya berpengaruh pada kondisi fisik, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental. Temuan ini menunjukkan hubungan antara apa yang dikonsumsi remaja dengan suasana hati serta tingkat stres psikologis.

Kesimpulan tersebut berasal dari ulasan terhadap 19 penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nutrients pada akhir Maret 2026. Dalam ulasan itu, para peneliti menemukan keterkaitan antara pola makan dan kondisi emosional anak muda, termasuk gejala depresi.

Menurut laporan tersebut, remaja yang menjalani pola makan lebih sehat cenderung memiliki gejala depresi yang lebih sedikit. Sebaliknya, kebiasaan makan yang buruk—misalnya konsumsi makanan olahan yang tinggi atau makanan rendah nutrisi—sering kali berjalan seiring dengan tingkat stres psikologis yang lebih tinggi.

Para peneliti menekankan bahwa masa remaja merupakan periode penting bagi perkembangan otak dan kesehatan emosional. Karena itu, pola makan dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga kesejahteraan mental pada kelompok usia ini.

Ulasan tersebut juga mencatat bahwa konsumsi suplemen atau vitamin tunggal, seperti hanya Vitamin D, tidak menunjukkan hasil yang konsisten dalam memperbaiki kesehatan mental. Temuan ini mengarah pada kesimpulan bahwa kunci utama bukan terletak pada satu jenis nutrisi, melainkan pada pola makan secara keseluruhan.

Para peneliti menilai pola makan yang lebih seimbang—yang mencakup sayur, buah, protein, dan karbohidrat kompleks—lebih relevan untuk dikaitkan dengan kondisi mental yang lebih baik dibandingkan mengandalkan pil vitamin semata.