Studi: Kopi Pagi Bantu Fokus dan Pemecahan Masalah, Namun Tak Tingkatkan Kreativitas

Studi: Kopi Pagi Bantu Fokus dan Pemecahan Masalah, Namun Tak Tingkatkan Kreativitas

Secangkir kopi di pagi hari kerap dianggap dapat membantu memulai aktivitas dengan lebih bertenaga. Namun, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Consciousness and Cognition edisi Maret menyimpulkan bahwa kafein dapat meningkatkan kemampuan fokus dan pemecahan masalah, tetapi tidak berpengaruh terhadap kreativitas.

Riset pada 80 sukarelawan

Temuan tersebut didapat dari penelitian yang dipimpin Darya Zabelina, asisten profesor psikologi di University of Arkansas. Dalam studi itu, peneliti menguji efek kafein pada 80 orang sukarelawan.

Para peserta diberikan pil kafein 200 miligram (mg)—setara dengan satu cangkir kopi kental—atau plasebo. Setelah itu, peneliti menilai dampaknya terhadap beberapa aspek kemampuan berpikir.

Kafein meningkatkan pemikiran konvergen, bukan divergen

Hasil penelitian menunjukkan kafein meningkatkan pemikiran konvergen, yakni jenis pemikiran yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Sementara itu, kafein tidak menunjukkan dampak yang berarti pada pemikiran divergen, yang berhubungan dengan kreativitas.

Dampak pada memori kerja dan suasana hati

Peneliti juga menemukan bahwa kafein tidak secara signifikan memengaruhi memori kerja. Meski demikian, kafein tampak berpengaruh pada suasana hati: peserta yang mengonsumsinya melaporkan lebih sedikit merasa sedih.

“200 mg kafein meningkatkan pemecahan masalah secara signifikan, tetapi tidak berpengaruh pada pemikiran kreatif,” kata Zabelina, sebagaimana dikutip dalam laporan WebMD.