BERITA TERKINI
Sejarah Penyusunan KBBI: Dari Kompilasi Kamus hingga Memuat 210.595 Entri per Januari 2026

Sejarah Penyusunan KBBI: Dari Kompilasi Kamus hingga Memuat 210.595 Entri per Januari 2026

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mulai disusun pada rentang 1974–1983. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Dora Amalia, menjelaskan bahwa pada awalnya kamus tersebut bernama Kamus Bahasa Indonesia, sebelum kemudian ditambahkan kata “besar” dan dikenal sebagai KBBI.

Menurut Dora, jumlah entri KBBI terus bertambah dari waktu ke waktu. Pada tahap awal, entri tercatat sekitar 62 ribu. Pada 1991 jumlahnya meningkat 10 ribu menjadi 72 ribu entri, lalu bertambah menjadi 90 ribu pada 2008. Hingga 5 Januari 2026, KBBI tercatat memuat 210.595 entri. Penjelasan itu disampaikan Dora dalam taklimat media di Kantor Badan Bahasa, Sentul, Jawa Barat, Jumat, 23 Januari 2026.

Dora menekankan bahwa KBBI tidak disusun dari nol, melainkan merupakan kompilasi dari tiga kamus, yakni Kamus Indonesia oleh Sutan Harahap, Kamus Umum Bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, serta Kamus Modern Bahasa Indonesia oleh Sutan Mohammad Zain.

Dalam perkembangannya, KBBI juga mengalami perubahan dari sisi proses penyuntingan dan bentuk layanan. Dora menyebut sejak 2016 penyuntingan KBBI tidak lagi menggunakan kertas dan dilengkapi berbagai fitur. Badan Bahasa juga menerbitkan KBBI braile pada 2018, serta sempat meluncurkan KBBI berbasis audio yang disebut KBBI Disnetra. Selain itu, KBBI tersedia dalam bentuk luring dan dimutakhirkan pada Januari 2026.

Dora menyampaikan penyusunan KBBI melibatkan 114 editor, 44 redaktur, dan 7 validator. Hingga saat ini, KBBI tercatat melayani 325.380 pengguna terdaftar, dengan jumlah usulan yang masuk mencapai 256.692.

Terkait pembaruan, Dora merinci hasil pemutakhiran pada Oktober 2025, antara lain penambahan 3.259 entri baru, penambahan 136 makna baru, serta 1 contoh baru. Selain itu dilakukan perubahan pada 2.550 entri, 1.987 makna, dan 107 contoh. Dalam periode yang sama, tercatat pula 363 entri dinonaktifkan, 9 makna dinonaktifkan, dan 1 contoh dinonaktifkan.

Sementara itu, Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin mengatakan penyusunan dan pembahasan KBBI dilakukan di kantor Badan Bahasa di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Ia menyebut pekerjaan tersebut berlangsung di lingkungan kantor yang menurutnya menjadi tempat untuk membahas berbagai upaya pemartabatan bahasa Indonesia, termasuk penginternasionalannya.

Hafidz juga menyampaikan bahwa Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra terus melakukan langkah strategis untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Ia berharap bahasa Indonesia telah menjadi bahasa internasional sejak digunakan dalam sidang umum UNESCO.