PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyalurkan bantuan pengembangan pusat wisata kuliner di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Ketapang, Banyuwangi, Rabu (8/7). Bantuan tersebut disalurkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai upaya memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan program TJSL merupakan komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah operasional. Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari layanan transportasi, tetapi juga dari kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Heru menilai RTH Desa Ketapang memiliki potensi untuk berkembang menjadi ruang publik yang lebih hidup sekaligus pusat aktivitas ekonomi. ASDP, kata dia, berharap dukungan terhadap pengembangan wisata kuliner dapat membantu pelaku UMKM bertumbuh, menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, serta menjadikan kawasan tersebut lebih nyaman dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Melalui program ini, ASDP memberikan dukungan sarana penunjang usaha kepada sembilan pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan RTH Desa Ketapang. Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, memperkuat produktivitas usaha, dan mendorong penataan kawasan wisata kuliner agar lebih tertib sebagai pusat aktivitas masyarakat.
General Manager Cabang Ketapang ASDP Arief Eko menjelaskan bahwa RTH Desa Ketapang selama ini telah berfungsi sebagai ruang publik sekaligus sentra kuliner yang dikelola masyarakat setempat. Namun, keterbatasan fasilitas pendukung dinilai membuat potensi kawasan belum berkembang optimal, baik dari sisi kenyamanan pengunjung maupun peningkatan pendapatan pelaku usaha.
Arief berharap dukungan ASDP dapat membantu kawasan tersebut tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi yang lebih representatif sekaligus memperkuat daya tarik wisata lokal di wilayah Ketapang. Ia menekankan, peningkatan kualitas ruang publik diharapkan berdampak langsung pada masyarakat yang menggantungkan usahanya di kawasan itu.
ASDP menyebut program ini sejalan dengan dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan UMKM serta penciptaan peluang ekonomi masyarakat, dan Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan fungsi ruang publik yang inklusif, aman, dan nyaman.
Melalui implementasi TJSL, ASDP menyatakan terus memperkuat perannya sebagai BUMN yang tidak hanya menghubungkan wilayah melalui layanan penyeberangan, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar area operasional. Perusahaan berharap penguatan ruang publik yang produktif dan pemberdayaan UMKM lokal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

