Pemerintah Kota Ambon menyambut positif penyelenggaraan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Tahun 2026 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Maluku. Kegiatan ini dinilai sebagai upaya memperkuat ekosistem transaksi digital sekaligus mempromosikan potensi pariwisata, budaya, dan kuliner daerah.
Pemkot Ambon menilai kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tidak hanya memudahkan transaksi masyarakat, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meningkatkan daya saing daerah, serta memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Dalam sambutan pada kegiatan tersebut, Pemkot Ambon menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Maluku. Kolaborasi antara digitalisasi pembayaran dan promosi sektor pariwisata serta ekonomi kreatif dipandang sebagai strategi yang relevan dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.
“Digitalisasi tidak berjalan sendiri, melainkan harus tumbuh dan berkembang bersama potensi lokal. Transformasi digital tidak hanya menghadirkan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga menjadi penggerak bagi penguatan UMKM, peningkatan daya saing daerah, serta pelestarian kekayaan budaya dan kuliner lokal,” demikian disampaikan dalam sambutan kegiatan.
Pemerintah Kota Ambon juga menyebut kondisi perekonomian daerah terus menunjukkan perkembangan positif. Situasi ini dinilai menjadi modal untuk memperkuat inovasi, termasuk melalui perluasan sistem pembayaran digital berbasis QRIS.
Lebih dari sekadar metode pembayaran, QRIS dipandang sebagai penghubung antara masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, sektor perbankan, hingga industri pariwisata dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif. Melalui QRIS, masyarakat didorong untuk mewujudkan transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH) agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih merata.
Dengan kekayaan budaya dan kuliner khas, masyarakat kreatif, serta destinasi wisata yang terus berkembang, Kota Ambon diyakini akan memperoleh nilai tambah jika didukung sistem transaksi digital modern. Pemkot menilai penerapan pembayaran digital dapat mengurangi kendala transaksi tunai bagi wisatawan, sementara pelaku UMKM dapat melayani konsumen lebih mudah, memperluas promosi, dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Pemkot Ambon berharap QRIS Jelajah Kuliner Indonesia dapat menginspirasi lebih banyak destinasi wisata, pusat kuliner, pasar tradisional, hingga usaha mikro untuk mengadopsi sistem pembayaran digital.
Berbagai misi dalam QRIS Jelajah Kuliner Indonesia, mulai dari elektronifikasi wisata, edukasi transaksi digital, perlindungan konsumen, QRIS Peduli Lingkungan, hingga promosi kuliner berbahan dasar lokal seperti pala, kenari, sinoli, dan sagu, disebut menjadi bentuk kolaborasi untuk memperkenalkan potensi daerah kepada Indonesia.
Pemerintah Kota Ambon juga berharap para peserta kegiatan dapat menjadi duta promosi bagi Maluku, khususnya Kota Ambon, dengan membawa cerita tentang keindahan alam, keramahan masyarakat, serta kekayaan kuliner daerah ke berbagai wilayah.

