Banjir bandang yang melanda Bener Meriah tidak hanya berdampak pada infrastruktur dan aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi pola konsumsi harian warga. Di tengah keterbatasan pasokan serta kebutuhan untuk berhemat, masyarakat dituntut lebih kreatif mengolah bahan makanan yang tersedia dan terjangkau.
Dalam situasi bencana, harga bahan pangan menjadi perhatian. Cabe merah yang biasanya mahal dilaporkan dapat dibeli sekitar Rp10.000 per kilogram. Harga tomat turun lebih drastis hingga Rp5.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah masih berada pada kisaran harga standar, yakni Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat sambal tomat menjadi salah satu menu yang paling sering dimasak selama masa banjir bandang. Selain bahan-bahannya mudah didapat dan relatif murah, sambal tomat dinilai cocok sebagai pendamping nasi putih hangat untuk membantu memenuhi kebutuhan makan di tengah situasi sulit.
Untuk membuat sambal tomat, cabe merah, bawang merah, dan tomat dihaluskan menggunakan blender atau ulekan. Terasi dapat ditambahkan sesuai selera. Bumbu yang sudah halus kemudian ditumis dengan minyak goreng secukupnya menggunakan api kecil agar tidak mudah gosong. Setelah minyak mulai keluar dan aroma sambal tercium harum, rasa dikoreksi dengan menambahkan garam secukupnya.
Disajikan bersama nasi putih panas, sambal tomat menjadi menu sederhana yang kerap hadir di meja makan warga. Di tengah keterbatasan akibat bencana, hidangan ini mencerminkan upaya masyarakat Bener Meriah bertahan dan saling menguatkan dalam menghadapi masa sulit.

