Makanan pinggir jalan di Kota Malang memiliki penggemar tersendiri. Selain dikenal dengan rasa yang nikmat, pilihan street food di kota ini juga banyak diburu karena harganya yang ramah di kantong. Sejumlah jajanan bahkan kerap dipadati pembeli, terutama di kawasan yang dekat dengan aktivitas kampus dan sekolah.
Salah satu yang cukup dikenal adalah Cilok Pak Koboi, jajanan legendaris di area Universitas Negeri Malang. Julukan “Pak Koboi” melekat karena penjualnya kerap memakai topi koboi saat berjualan di ruas Jalan Surabaya. Cilok ini disebut memiliki tekstur kenyal dan gurih, dengan saus sambal yang pedas. Karena popularitasnya, pembeli biasanya perlu antre. Seporsi cilok ini dibanderol sekitar Rp 5.000.
Pilihan lain datang dari menu khas Bandung, yakni Siomay ABM yang berlokasi di STIE Malangkucecwara dan mulai buka sekitar pukul 12.00. Dalam satu porsi tersedia 9 varian isian, yaitu siomay dimsum, bakso biasa, bakso lonjong, kubis, pare, kentang, telur, tahu, dan gorengan. Pemiliknya, Muhammad Setiawan yang akrab disapa Pak Iwan, menyebut telah berjualan siomay sejak 1997. Ia menuturkan, awalnya berjualan keliling sebelum kemudian menetap mangkal di depan ABM sejak 2001. Ia juga menyampaikan bahwa bahan ikan yang digunakan berbeda dari kebanyakan siomay yang memakai tenggiri, karena sejak awal ia menggunakan ikan barakuda.
Untuk penggemar gorengan, ada Rumah Gorengan Baba Ali yang berada di Jl. Tirto Rahayu No.2, dekat UMM Kampus 3. Di tempat ini tersedia beragam gorengan seperti ote-ote, weici, tempe, menjes, tahu isi, singkong, tape, tempe kacang, dan pisang. Salah satu pembeli, Putri Saraswati, mengatakan tempat tersebut ramai dan kerap antre. Ia menyebut harga Rp 2.000 bisa mendapatkan tiga gorengan, dengan pilihan yang beragam.
Di luar kawasan kampus, ada Es Ketan Grafika di Jl. Tanimbar dekat SMKN 4 Malang yang juga patut dicoba. Sajian es santannya berisi tape ketan hitam, sirup gula merah, dawet merah, dan roti, serta es serut santan yang dibuat sendiri. Harga per porsi sekitar Rp 4.000 dan sudah termasuk satu iris roti. Jika ingin menambah roti, pembeli cukup menambah sekitar Rp 1.000 per iris.
Deretan street food tersebut menunjukkan ragam kuliner pinggir jalan di Kota Malang yang tetap diminati, baik karena cita rasa maupun harga yang terjangkau.

