Rasa dan Aroma ASI Perah di Freezer Berubah? Dokter Jelaskan Penyebabnya

Rasa dan Aroma ASI Perah di Freezer Berubah? Dokter Jelaskan Penyebabnya

Menyimpan ASI perah (ASIP) di freezer kerap menjadi pilihan bagi ibu menyusui, terutama yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan. Stok ASIP membantu memastikan bayi tetap mendapatkan ASI meski ibu tidak selalu bisa menyusui langsung. Namun, sebagian ibu mendapati rasa dan aroma ASIP berubah setelah disimpan, sehingga muncul kekhawatiran ASI menjadi basi.

Dokter spesialis anak Dr Jack Newman, dalam The Ultimate Breastfeeding Book of Answer, menjelaskan banyak ibu mulai memompa ASI beberapa bulan sebelum masa cuti melahirkan berakhir. ASI kemudian disimpan di freezer sebagai persediaan tambahan untuk berjaga-jaga jika nanti ibu tidak dapat terus memompa setelah kembali bekerja.

Di sisi lain, ada juga ibu yang hanya menyimpan beberapa botol ASIP, lalu memompa setiap hari untuk kebutuhan bayi selama ibu bekerja. Menurut Newman, pilihan cara penyimpanan ini bergantung pada kondisi dan situasi kerja masing-masing ibu.

Terkait ASIP yang berbau aneh dan terasa tidak enak meski disimpan di freezer, Newman menyebut kondisi tersebut umumnya bukan karena ASI basi. Ia memperkirakan perubahan rasa dan aroma dipengaruhi tingginya enzim lipase dalam ASI.

“Lipase adalah enzim yang menguraikan lemak, dalam kasus ini lipase dengan cepat menguraikan lemak dalam ASI. Hasil penguraianlah yang terasa tidak enak oleh orang dewasa, tapi tidak berbahaya bagi bayi. Sama saja seperti minum ASI yang setengah tercerna,” ujarnya.

Newman menambahkan, ASIP dengan kondisi seperti ini tetap bisa diberikan selama bayi mau meminumnya. Alternatif lain, ASIP dapat dicampurkan ke makanan padat untuk membantu menyamarkan rasa. Jika ibu khawatir ASI benar-benar basi, Newman menyebut kandungan bakteri pada ASI bisa diuji, meski ia menilai hal tersebut jarang terjadi.

Sementara itu, dokter spesialis anak Micah Resnick, M.D., F.A.A.P., menyarankan penyimpanan ASIP dalam porsi kecil per wadah untuk mengurangi risiko terbuang bila ada sisa. Ia merekomendasikan porsi 2 sampai 4 ons atau sekitar 59,1 hingga 118,2 mililiter.

Resnick juga mengingatkan, ASI yang tersisa di dalam botol setelah bayi selesai menyusu sebaiknya digunakan dalam waktu dua jam.