Perkebunan teh di Kertamanah, Malabar, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan setelah hampir 275 ribu pohon teh dilaporkan rusak akibat tindakan perusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pihak pengelola menyebut perusakan tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu dan masih terus berlanjut. Upaya pencegahan telah dilakukan, termasuk pemasangan plang peringatan yang memuat ancaman hukum, namun tindakan perusakan disebut belum berhenti.
Iskandar Setiawan, Adsi Tata Usaha PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 Kebun Malabar, menyampaikan kekesalannya atas aksi tersebut. Menurutnya, oknum pelaku berdalih melakukan tindakan itu untuk membantu masyarakat.
“Mereka berdalih membantu masyarakat, tapi masyarakat yang mana? Karyawan kami di sini juga bagian dari masyarakat. Mereka mencari kehidupan dari pohon teh ini,” ujar Iskandar.

