BERITA TERKINI
Pengeluaran Warga Majalengka untuk ‘Sayur-sayuran Lainnya’ Turun Jadi Rp75 per Kapita per Minggu pada 2025

Pengeluaran Warga Majalengka untuk ‘Sayur-sayuran Lainnya’ Turun Jadi Rp75 per Kapita per Minggu pada 2025

Rata-rata pengeluaran masyarakat Kabupaten Majalengka untuk membeli kelompok komoditas “sayur-sayuran lainnya” pada 2025 tercatat sebesar Rp75 per kapita per minggu. Angka ini turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp266 per kapita per minggu.

Selain itu, data juga mencatat lima pengeluaran terbesar penduduk Kabupaten Majalengka untuk beberapa komoditas. Urutan tertinggi dibelanjakan untuk sayur-sayuran sebesar Rp10.587 per kapita per minggu, disusul disantan Rp3.843 per kapita per minggu, cabe rawit Rp1.283 per kapita per minggu, bawang merah Rp1.245 per kapita per minggu, dan yang terendah pepaya muda Rp10 per kapita per minggu.

Dalam publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), pengeluaran per kapita didefinisikan sebagai biaya konsumsi seluruh anggota rumah tangga selama sebulan yang dibagi dengan jumlah anggota rumah tangga. Pengeluaran ini dikelompokkan menjadi kebutuhan makanan dan bukan makanan.

Pengeluaran untuk konsumsi makanan dihitung selama seminggu, sedangkan pengeluaran bukan makanan dihitung selama sebulan serta 12 bulan terakhir. Baik konsumsi makanan maupun bukan makanan kemudian dikonversi menjadi pengeluaran rata-rata sebulan. Angka rata-rata per kapita yang disajikan BPS diperoleh dari pembagian jumlah konsumsi seluruh rumah tangga (baik yang mengonsumsi maupun tidak) terhadap jumlah penduduk.

Secara nasional, rata-rata pengeluaran per kapita untuk membeli “sayur-sayuran lainnya” tercatat Rp256,5 per kapita per minggu. Berdasarkan wilayah, pengeluaran tertinggi disebut berada di Kabupaten Lanny Jaya dan terendah di Kabupaten Subang. Untuk Kabupaten Majalengka, nominal pengeluaran untuk kelompok “sayur-sayuran lainnya” berada pada urutan ke-467.

Sementara itu, publikasi BPS juga menyebut rata-rata pengeluaran per kapita di Kabupaten Majalengka pada Maret 2024 mencapai Rpnan per kapita per bulan, dengan penurunan sebesar nan% dibandingkan periode pembanding yang disebutkan dalam data.