Bandung—Penataan kawasan Street Food Cikuray di Jalan Cikuray, Kota Bandung, disebut membawa dampak positif bagi para pedagang. Sejumlah tenant mengaku omzet penjualan meningkat seiring ramainya pengunjung sejak kawasan kuliner tersebut resmi dibuka dan ditata oleh Pemerintah Kota Bandung.
Street Food Cikuray diresmikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Jumat, 12 Desember 2025. Kawasan ini kini menjadi salah satu tujuan kuliner warga, dengan total 21 tenant yang menawarkan beragam menu, mulai dari aneka stik, sate, ayam kukus, dimsum, bebek goreng, kopi, mie tek-tek, iga bakar, seafood, sop buah, hingga tongseng.
Salah satu pedagang, Faisal selaku PIC tenant Steak Satay, mengatakan penataan dan kelengkapan fasilitas membuat kawasan lebih terkoordinir dan menarik minat pengunjung. Ia menyebut omzet usahanya naik sekitar 70 persen. “Omzet kami naik sekitar 70 persen. Sekarang lebih ramai dan fasilitasnya juga lengkap,” ujar Faisal.
Steak Satay menawarkan sejumlah menu seperti sate maranggi, steak, sate taichan, hingga nasi goreng kebuli, dengan harga mulai Rp20.000 hingga Rp99.000 per paket.
Inal, pemilik tenant Ayam Kukus Tjikoeray, menilai kenyamanan kawasan menjadi daya tarik utama. Meski baru berjualan sekitar satu bulan, ia menyebut respons masyarakat cukup baik. “Menurut saya ini street food yang paling nyaman. Parkirnya tertata, enggak ada getok harga, enggak bising, dan enggak banyak pengamen. Jadi pengunjung bisa makan dengan tenang,” ujar Inal saat ditemui pada Jumat, 23 Januari 2026.
Menurut Inal, penjualan ayam kukus pada hari kerja mencapai sekitar 40 porsi per hari dan meningkat hampir dua kali lipat saat akhir pekan. Menu andalannya ayam kukus pejantan dibanderol Rp22.000 per porsi, dengan pilihan pendamping seperti paru crispy, perkedel, dan tahu sutra.
Peningkatan juga dirasakan tenant Yuk Dimsum. Isak, pegawai di tenant tersebut, mengatakan kondisi Street Food Cikuray kini lebih tertata, bersih, dan aman dibanding sebelum penataan. Ia menyebut omzet meningkat sekitar 20 persen. “Sekarang lebih nyaman, lebih bersih, dan lebih enak dilihat. Ada peningkatan omzet sekitar 20 persen dibanding sebelum penataan,” katanya.
Isak menambahkan, penjualan dimsum kini dapat mencapai lebih dari 100 porsi per hari, dengan harga mulai Rp16.000.
Hal serupa disampaikan Aliya, pegawai tenant Enperani Pizza. Ia menyebut jumlah pengunjung terus meningkat setelah penataan kawasan. Pada hari kerja, penjualan pizza disebut bisa mencapai lebih dari 100 loyang, dan meningkat hingga 200 loyang saat akhir pekan. “Alhamdulillah sekarang semakin ramai dan semakin rapi. Pengunjung juga jauh lebih banyak dibanding sebelumnya,” tuturnya.
Enperani Pizza menawarkan menu dengan rentang harga Rp35.000 hingga Rp50.000 per porsi.
Selain penataan fisik, lokasi Street Food Cikuray yang berdekatan dengan Museum Kavaleri dinilai strategis karena berada di kawasan wisata edukasi. Kedekatan ini disebut turut mendukung meningkatnya kunjungan masyarakat ke kawasan kuliner tersebut.
Sejumlah pedagang juga mengajak warga untuk datang dan merasakan suasana baru di Street Food Cikuray. “Ayo warga Bandung, datang saja ke Street Food Cikuray. Tempatnya nyaman, bersih, parkir tertata, dan makanannya lengkap,” kata Isak. Senada, Faisal menyebut kawasan tersebut menyediakan pilihan dari makanan ringan hingga makanan berat dan dinilai cocok untuk berkumpul bersama keluarga maupun teman.

