BERITA TERKINI
Pemkab Luwu Timur Hadiri Puncak Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu di Palopo

Pemkab Luwu Timur Hadiri Puncak Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu di Palopo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menghadiri puncak Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) yang digelar di halaman Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Jumat malam (23/01/2026). Peringatan ini disebut bukan sekadar penanda tahunan sejak 23 Januari 1946, melainkan pengingat identitas yang berakar pada sejarah panjang, termasuk sejarah perlawanan dan harga diri yang perlu terus dirawat.

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam hadir didampingi Wakil Bupati Puspawati Husler, Ketua TP PKK Luwu Timur Ani Nurabani Irwan, Penjabat Sekretaris Daerah Ramadhan Pirade, serta jajaran Forkopimda Luwu Timur. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Anugerah Budaya Luwu 2026.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Singkerru Ininnawa Lipu Dimeng Ede”. Tema ini disebut menjadi pegangan Kedatuan Luwu dalam melaksanakan ritual suci melalui prosesi adat yang sakral, sekaligus pengingat bagi masyarakat Tana Luwu tentang pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah leluhur.

Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah, menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada masyarakat Luwu. Ia menilai peringatan HJL dan HPRL dapat menjadi sarana memperkokoh tekad dan mempererat silaturahmi dalam membangun Luwu yang lebih baik dan sejahtera.

Arafah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Menurutnya, sinergi dan perencanaan terintegrasi diyakini dapat membuat manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, YM Datu Luwu ke-40, H. Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang hadir dan menyaksikan rangkaian kegiatan. Ia juga menyampaikan amanah agar masyarakat Luwu menjaga harmonisasi dan solidaritas, menerapkan nilai sipakainge (saling mengingatkan), asah dan asih, memiliki siri’, mengangkat harkat dan martabat, serta alebireng atau meraih kemuliaan. Nilai-nilai tersebut disebut sebagai sifat kepemimpinan yang wajib dimiliki.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan peringatan HJL dan HPRL merupakan momentum besar dan saksi bahwa peradaban dibangun di atas nilai-nilai luhur. Ia juga menyatakan bahwa meski hidup di era modern, masyarakat tetap berasal dan hidup dari kebudayaan. Irwan menambahkan, Tanah Luwu pada hakikatnya adalah satu kesatuan meski dipisahkan oleh batas-batas administrasi pemerintahan.