BERITA TERKINI
Pemkab Luwu Jamuan Makan Siang Peserta Forum Silaturahmi Keraton Nusantara

Pemkab Luwu Jamuan Makan Siang Peserta Forum Silaturahmi Keraton Nusantara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu menggelar jamuan makan siang bersama peserta Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Kamis (22/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80.

Bupati Luwu Patahudding dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang serta terima kasih kepada para raja dan sultan se-Nusantara yang hadir memenuhi undangan Pemkab Luwu. Ia menyebut kehadiran para raja dan sultan sebagai kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Luwu.

Dalam kesempatan itu, Patahudding menyinggung sejarah panjang Luwu sebagai wilayah dengan peradaban tua. Ia menyebut Kabupaten Luwu merupakan induk dari tiga daerah otonom di Tana Luwu, yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur.

Ia juga menjelaskan bahwa Tana Luwu dikenal sebagai salah satu pusat peradaban tertua di Sulawesi, dengan nilai adat, budaya, dan kearifan lokal yang terus dijaga. Menurutnya, bagi masyarakat Luwu, adat bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga penuntun dalam kehidupan masa kini dan masa depan.

Dari sisi potensi wilayah, Patahudding menyampaikan Kabupaten Luwu memiliki lahan persawahan seluas 39.916 hektare dengan komoditas unggulan antara lain padi, kakao, kelapa, dan hortikultura. Ia menyebut sektor pertanian Luwu berkontribusi 9,2 persen terhadap total produksi padi Provinsi Sulawesi Selatan pada 2024.

Selain pertanian, ia menyebut Luwu memiliki potensi sumber daya alam di bidang pertambangan, seperti emas, galena, dan pasir besi. Dengan garis pantai sekitar 123 kilometer, produksi rumput laut Luwu pada 2024 tercatat mencapai 312.971 ton. Di sektor pariwisata, Luwu disebut memiliki potensi wisata adat, budaya, sejarah, serta keindahan alam berupa pegunungan, sungai, air terjun, hingga pantai.

Patahudding menambahkan, kekuatan terbesar Luwu terletak pada masyarakatnya yang menjunjung nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge. Ia menyebut nilai-nilai tersebut menjadi dasar dalam membangun daerah, menjaga persatuan, serta merawat harmoni antara pemerintah, adat, dan seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap jamuan makan siang tidak hanya menjadi pertemuan seremonial, tetapi juga ruang silaturahmi, dialog, dan kebersamaan secara nasional untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan para raja dan sultan se-Nusantara dalam menjaga warisan budaya tanpa meninggalkan jati diri.

Pada kesempatan tersebut, Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, menyematkan pin Forum Silaturahmi Keraton Nusantara kepada Bupati Luwu sebagai simbol penghargaan dan keanggotaan kehormatan. Penyematan pin itu disebut sebagai pengakuan atas peran para raja dan sultan yang hadir dalam melestarikan budaya dan memperkuat kekerabatan antarkeraton di Nusantara.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Maddika Ponrang Andi Saddawero Kira, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Luwu atas kesediaannya menjamu rombongan FSKN dalam rangkaian peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Luwu, Dewan Adat Dua Belas Kedatuan Luwu, para raja dan sultan yang tergabung dalam FSKN, kepala OPD lingkup Pemkab Luwu, serta tokoh adat.