Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyiapkan sambutan khusus bagi wisatawan yang datang selama libur panjang Iduladha 2026. Selain menawarkan berbagai destinasi unggulan, para pelancong disuguhi pengalaman awal berupa minuman tradisional, kudapan khas daerah, hingga pertunjukan budaya sejak tiba di Banyuwangi.
Penyambutan digelar di sejumlah pintu masuk utama, di antaranya Stasiun Banyuwangi Kota dan Bandara Banyuwangi. Langkah ini disebut sebagai upaya meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal sejak awal kedatangan.
Di Stasiun Banyuwangi Kota, wisatawan disambut penampilan penari Gandrung serta Jebeng Thulik yang menjadi ikon budaya Banyuwangi. Para tamu juga menerima udeng, penutup kepala khas Banyuwangi, disertai paket suvenir dan kudapan tradisional.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyuwangi, Suratno, mengatakan program tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada wisatawan yang memilih Banyuwangi sebagai tujuan liburan. “Pada libur panjang Iduladha ini kami ingin memberikan kesan pertama yang berkesan bagi wisatawan. Selain menikmati destinasi wisata, mereka juga dapat merasakan keramahan masyarakat dan kekayaan kuliner lokal Banyuwangi sejak pertama kali tiba,” kata Suratno.
Ia menambahkan, suguhan minuman hangat khas daerah dan camilan tradisional seperti bagiak diharapkan memperkaya pengalaman wisata pengunjung selama berada di Banyuwangi. “Kami sengaja menyuguhkan produk lokal sebagai bagian dari pengalaman berwisata. Semoga wisatawan merasa nyaman, betah, dan kembali memilih Banyuwangi sebagai tujuan liburan mereka di masa mendatang,” ujarnya.
Sambutan serupa juga diberikan kepada wisatawan yang tiba melalui Bandara Banyuwangi. Para penumpang mendapatkan kudapan lokal sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang dari pemerintah daerah.
Banyuwangi dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang ramai dikunjungi saat musim liburan. Sejumlah objek wisata alam menjadi daya tarik utama, di antaranya Gunung Ijen dengan fenomena blue fire, De Djawatan, Air Terjun Jagir, Pulau Merah, Pantai Mbedil, hingga kawasan konservasi laut Bangsring Underwater.

