JAKARTA — Pelaku usaha daging impor reguler membantah klaim pemerintah yang menyebut pihak swasta tidak berperan dalam stabilisasi harga daging dan cenderung memainkan harga. Mereka menegaskan, segmen pasar daging impor reguler yang digarap swasta umumnya bukan pasar umum, melainkan untuk kebutuhan industri hotel, restoran, dan katering (Horeka).
Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) Teguh Boediyana mengatakan peran swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) pada prinsipnya sama, yakni memiliki kewajiban ikut menjaga stabilitas harga sebagai bagian dari kepentingan nasional. Karena itu, ia menilai pemerintah seharusnya fokus pada pengaturan regulasi sebagai regulator, sementara kegiatan operasional dapat dijalankan oleh pelaku usaha, baik swasta maupun BUMN, dengan perlakuan yang setara.
“Sebenarnya peran swasta dan BUMN itu sama saja, yakni punya kewajiban untuk stabilisasi harga karena ini kepentingan nasional. Justru pemerintah harusnya hanya atur regulasi saja sebagai regulator, dan yang operating swasta dan BUMN. Itu sebabnya harus ada equal treatment, perlakuan yang sama,” ujar Teguh, Jumat (23/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Teguh menanggapi penjelasan Menteri Pertanian Amran Sulaiman terkait pemangkasan kuota impor daging sapi reguler yang selama ini menjadi jatah pengusaha swasta. Amran menyatakan sebagian besar kuota impor daging sapi reguler tahun ini dialihkan kepada BUMN agar negara dapat hadir sebagai stabilisator.
“Logikanya, kalau dipegang semua oleh swasta, pemerintah sulit melakukan intervensi ketika harga bergejolak. Untuk itu, kuota impor daging ditarik ke BUMN sehingga negara bisa hadir sebagai stabilisator,” kata Amran, Kamis (22/1/2026).
Menurut Teguh, swasta juga berperan dalam stabilisasi harga secara implisit karena harga berkaitan dengan mekanisme pasar, yakni keseimbangan pasokan dan permintaan. Ia menilai ketika pasokan mencukupi, harga akan cenderung stabil, termasuk pada segmen Horeka yang menjadi pasar utama pemasok daging impor reguler.
“Supply and demand. Jika pasok cukup, harga stabil. Stabil tidak hanya di pasar umum, tapi juga segmen kami sebagai pemasok industri Horeka,” ujarnya.

