BERITA TERKINI
Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Usai Sepakat Harga Sapi Hidup Rp 55 Ribu per Kg

Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Usai Sepakat Harga Sapi Hidup Rp 55 Ribu per Kg

Para pedagang daging sapi kembali berjualan setelah rencana aksi mogok pada Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1) mereda. Rencana protes itu sebelumnya muncul akibat tingginya harga daging sapi.

Aksi tersebut diredam usai pertemuan antara asosiasi pedagang dan pengusaha dengan perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pangan Nasional, serta Satgas Pangan pada Kamis (22/1). Dalam pertemuan itu, para pihak menyepakati langkah menjaga stabilitas harga dan pasokan daging sapi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Salah satu kesepakatan utama adalah penetapan harga sapi timbang hidup di tingkat feedlot sebesar Rp 55.000 per kilogram. Ketentuan ini berlaku mulai 22 Januari 2026 hingga menjelang Lebaran, tanpa kenaikan harga.

Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Wahyu Purnama memastikan pedagang di bawah naungan APDI telah kembali beraktivitas. “Mulai malam Jumat, 23 Januari 2026, pedagang daging kembali beraktivitas dan RPH siap memotong sapi,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis Kementan yang dikutip Minggu (25/1).

Wahyu juga meminta pedagang melapor apabila menemukan harga di atas kesepakatan. “Kalau ada yang melanggar, laporkan ke saya dan akan langsung kami teruskan ke pemerintah,” ujarnya.

Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Asnawi menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi aksi mogok berjualan setelah adanya kesepakatan tersebut. “Kalau ada pengusaha feedlot menjual di atas Rp 55 ribu per kilogram, silakan laporkan dengan bukti untuk diteruskan ke Menteri Pertanian,” kata Asnawi.

Di sisi pemerintah, Kementan menyatakan pasokan sapi dalam kondisi aman. Kuota impor sapi bakalan sekitar 700 ribu ekor per tahun disebut telah disiapkan dan dialokasikan kepada sekitar 80 perusahaan penggemukan sapi. Selain itu, BUMN Pangan ditugaskan sebagai stabilisator untuk menjaga keseimbangan harga dan pasokan di tingkat konsumen.

Pemerintah juga menegaskan akan terus mengawal distribusi agar berjalan lancar sehingga masyarakat tidak terbebani lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadan dan Lebaran.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan akan menelusuri laporan mogok pedagang daging sapi di Jabodetabek, termasuk kemungkinan adanya permainan harga. Berdasarkan klaim Ketua APDI Jakarta, Wahyu Purnama, salah satu pemicu mogok adalah harga sapi timbang hidup dari feedloter yang dinilai terlalu tinggi.

Amran menyatakan siap mencabut izin feedloter yang terbukti memainkan harga. “Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main. Aku yang cabut,” kata Amran.

Namun, Amran juga menyebut feedloter mengaku kepadanya bahwa harga penjualan kepada pedagang dan Rumah Potong Hewan (RPH) masih di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP). Karena itu, ia akan melibatkan Satgas Pangan untuk melakukan penelusuran kembali.