Suasana Pasar Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, kembali ramai setelah pedagang daging sapi membuka lapak mereka usai mogok berjualan selama tiga hari. Meja jualan kembali terisi potongan daging, timbangan digunakan lagi, dan aktivitas tawar-menawar terdengar di lorong pasar.
Salah satu pedagang daging sapi, Hamid (44), mengatakan aksi mogok dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga. Ia menyebut langkah tersebut dimaksudkan agar masyarakat mengetahui adanya lonjakan harga yang dinilai dapat mengancam daya beli.
“Kemarin kalau tidak didemo daging bisa Rp160 per kilogram. Tidak sesuai dengan daya beli masyarakat saja. Kita mogok supaya masyarakat tahu. Kalau dibiarkan, harga bisa terus naik,” ujar Hamid saat ditemui, Minggu (25/1/2026).
Menurut Hamid, harga daging sapi di Pasar Jombang saat ini berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Ia menilai angka tersebut masih dapat diterima konsumen, sehingga pembeli mulai kembali berdatangan dan aktivitas jual beli berangsur normal.
“Alhamdulillah sekarang harga stabil biar pembeli pada tau aja kalau harga sudah mulai naik. Ini sudah normal pedagang berjualan kembali,” katanya.
Meski demikian, Hamid menjelaskan tidak semua jenis daging dijual dengan harga yang sama. Beberapa bagian seperti has dalam dan has luar masih lebih mahal dibandingkan daging sapi biasa. Dari sisi ketersediaan, ia menyebut stok daging masih aman.
Hamid juga mengingatkan bahwa kenaikan harga kerap terjadi pada momen tertentu, seperti Natal, Tahun Baru, dan menjelang awal Ramadan. Ia menilai tanpa pengawasan dan intervensi pemerintah, harga daging berpotensi kembali melonjak.
“Ini berdekatan sejak Natal tahun baru, ini mau awal puasa harga semakin tinggi kalau tidak ditekan pemerintah. Kita semua pedagang daging sapi dari jagal, jagal kan ngambil kemana naik pemerintah impor dan lainnya,” jelasnya.
Para pedagang berharap pemerintah lebih hadir dalam menjaga stabilitas harga, mulai dari pengaturan pasokan di tingkat jagal hingga kebijakan impor, agar lonjakan harga yang merugikan pedagang dan masyarakat dapat dihindari dan perdagangan di pasar tradisional tetap berjalan normal.
Dampak ketidakstabilan harga juga dirasakan pelaku usaha lain. Sunardi, pedagang bakso, mengatakan mogok jualan daging sapi turut memengaruhi usahanya karena pasokan daging menjadi sulit didapat.
“Iya ada imbas, repot tidak ada daging, otomatis tidak bisa usaha. Dari mana mana juga sama mogok, harus ada solusi dari pemerintah, dari dulu juga daging mahal, harga bakso tidak dinaikkan masih sama,” ujarnya.

