MAGETAN — Sebuah mobil pikap bermuatan sayur menabrak kerumunan yang diduga penonton balap liar di Jalan Raya Kawedanan, Desa Selorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Sabtu (14/1/2026) dini hari. Dalam peristiwa itu, dua anak dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya dilarikan ke RSUD dr. Sayidiman Magetan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, sekelompok remaja disebut berdiri di badan jalan di lokasi yang minim penerangan untuk menonton balap liar. Dari arah Ponorogo atau timur, sebuah Mitsubishi L300 bermuatan tomat dan cabai melaju menuju Magetan.
Mobil pikap yang dikemudikan Aryanto (26), warga Babatan, Ponorogo, diduga melaju cukup kencang. Karena kondisi jalan gelap dan pengemudi disebut kurang mengantisipasi keberadaan kerumunan, kendaraan tersebut menabrak para penonton hingga akhirnya terguling ke selokan di tepi jalan.
Akibat benturan keras, dua korban dinyatakan meninggal dunia. Korban Rendy Firmansyah (21), warga Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Madiun, meninggal di lokasi kejadian. Sementara Bayu Satria Nur Ramadhan (14), warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Magetan, meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
Warga setempat, Anjar Dewanto, mengatakan lokasi tersebut kerap digunakan untuk balap liar meski sering dirazia petugas. Ia menyebut kegiatan itu kembali muncul setelah razia berakhir dan pelakunya banyak yang masih berusia anak-anak, termasuk dari luar daerah.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Magetan, AKP Ade Andini, menyampaikan dugaan sementara bahwa pengemudi tidak dapat mengantisipasi korban yang berada di badan jalan karena penerangan yang kurang. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
AKP Ade Andini menjelaskan, kendaraan melaju dari timur ke barat. Setibanya di Desa Selorejo, pengemudi tidak bisa mengantisipasi kondisi jalan yang gelap dan adanya kerumunan di badan jalan, sehingga terjadi tabrakan. Satu korban meninggal di TKP dan satu korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan.
Polisi mengamankan kendaraan serta sopir pikap untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Usai kejadian, kepolisian kembali mengingatkan orang tua agar mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan maupun menonton balap liar karena membahayakan pelaku, penonton, dan pengguna jalan lainnya. Polres Magetan menyatakan akan meningkatkan patroli di titik-titik yang rawan dijadikan lokasi balap liar, termasuk kawasan Kawedanan.

