Merangkum Alur Cerita Kingdom Hearts: Dari Union X hingga Menjelang Kingdom Hearts 3

Merangkum Alur Cerita Kingdom Hearts: Dari Union X hingga Menjelang Kingdom Hearts 3

Banyak pemain kerap bertanya: apakah Kingdom Hearts 3 bisa dimainkan tanpa menuntaskan seri-seri sebelumnya? Secara teknis, jawabannya bisa—selama memiliki konsol yang mendukung dan membeli gimnya. Namun, dari sisi cerita, memahami hubungan antarkarakter, asal-usul konflik, hingga konsep seperti Keyblade, Heartless, Nobody, dan Kingdom Hearts akan jauh lebih sulit tanpa konteks dari seri-seri terdahulu.

Waralaba Kingdom Hearts tidak hanya terdiri dari tiga judul utama. Total ada sembilan gim yang saling terhubung secara kanon, termasuk beberapa yang awalnya hadir di platform handheld maupun mobile. Berikut rangkuman alur cerita dari awal hingga menjelang Kingdom Hearts 3, berdasarkan urutan peristiwa yang dipaparkan dalam referensi.

BAB I: Kingdom Hearts Union X — Dongeng, Ramalan, dan Awal Kekacauan

Kingdom Hearts Union X (Android/iOS) menggambarkan fondasi awal dunia Kingdom Hearts. Kisahnya disampaikan melalui dongeng tentang Daybreak Town yang diceritakan nenek Kairi kepada Kairi, dan diyakini berkaitan dengan peristiwa nyata di lini masa semesta tersebut.

Diceritakan bahwa dunia-dunia dahulu terhubung sebagai satu kesatuan, dengan sebuah “hati” besar di langit bernama Kingdom Hearts—sumber cahaya kehidupan. Kingdom Hearts dijaga oleh X-Blade, senjata kunci keramat.

Ketenteraman terganggu ketika Master of Masters menubuatkan kehancuran akibat kegelapan. Ia menuliskannya dalam Book of Prophecies dan mewariskannya kepada lima dari enam muridnya: Ira, Aced, Invi, Gula, dan Ava. Murid keenam, Luxu, mendapat tugas berbeda: membawa Keyblade bermata bernama Gazing Eye serta sebuah kotak hitam yang dilarang dibuka, lalu mewariskan Keyblade itu lintas generasi.

Lima murid lain membentuk serikat (Union) Keyblade dengan struktur peran khusus:

  • Ira memimpin Unicornis Union sebagai pemimpin utama.
  • Aced menjadi wakil Ira di Ursus Union.
  • Invi berperan sebagai penasihat/mediator melalui Anguis Union.
  • Gula ditugaskan mencari pengkhianat lewat Leopardus Union.
  • Ava membentuk kelompok rahasia Dandelions untuk menyelamatkan anggota ke “alam lain” saat kehancuran tak terhindarkan.

Setelah Master of Masters menghilang, kecurigaan dan konflik antarmurid memuncak, berujung pada Keyblade War. Alih-alih melawan kegelapan, para pendekar Keyblade saling bertempur. Akibatnya, X-Blade hancur menjadi 20 bagian: 7 fragmen cahaya dan 13 fragmen kegelapan. Dunia terpecah, banyak yang tewas, dan medan perang berubah menjadi Keyblade Graveyard.

Di tengah kehancuran, Dandelions yang menghindari perang menjadi kunci pemulihan: mereka berkomitmen merevitalisasi kerusakan, yang kemudian menjadi awal dari banyak dunia yang kelak dijelajahi dalam seri Kingdom Hearts.

BAB II: Kingdom Hearts Birth by Sleep — Asal-usul Xehanort dan Rencana X-Blade

Birth by Sleep (PSP) lama dianggap sebagai salah satu titik awal penting alur besar, terutama untuk latar antagonis utama: Xehanort.

Xehanort muda bertemu sosok berkerudung yang ternyata dirinya sendiri dari masa depan. Dari pertemuan itu, ia menerima instruksi dan kemampuan menjelajah waktu. Setelah kembali ke masanya, ia lupa detail perjalanan, tetapi tetap berjalan di jalur yang telah “disepakati” dengan dirinya di masa depan.

Xehanort kemudian berlatih di Land of Departure, bertemu Eraqus, dan keduanya menjadi Keyblade Master. Namun, perbedaan pandangan memecah persahabatan: Eraqus ingin memusnahkan kegelapan, sementara Xehanort ingin mengendalikannya sebagai penyeimbang. Xehanort terobsesi menciptakan kembali X-Blade dengan menyatukan hati cahaya murni dan hati kegelapan murni untuk membuka gerbang Kingdom Hearts.

Ia memanfaatkan Ventus sebagai “murid”, lalu memisahkan sisi gelap hati Ventus secara paksa dan melahirkan Vanitas. Ventus yang terluka dibuang ke Destiny Island, tetapi selamat setelah hatinya tersentuh oleh hati Sora yang baru lahir. Ventus kemudian dikirim ke Eraqus untuk dilatih bersama dua murid lain: Terra dan Aqua.

Dalam ujian Mark of the Mastery, Aqua lulus, Terra gagal karena sisi gelapnya muncul. Saat ancaman Unversed (makhluk kegelapan yang lahir dari Vanitas) menyebar, Terra dikirim berkelana untuk menumpasnya, Aqua mengawasi, dan Ventus diam-diam mengikuti.

Dalam perjalanan, Terra bertemu Riku di Destiny Island dan Aqua bertemu Kairi di Radiant Garden; keduanya mewariskan potensi menjadi pengguna Keyblade kepada Riku dan Kairi. Sementara itu, Eraqus mengetahui rencana Xehanort dan berniat membunuh Ventus, tetapi digagalkan Terra. Xehanort lalu membunuh Eraqus dari belakang.

Puncak konflik terjadi di Keyblade Graveyard:

  • Terra melawan Xehanort.
  • Ventus menghadapi Vanitas.
  • Aqua dihadang Braig, rekan Xehanort.

Vanitas merasuki Ventus hingga X-Blade tercipta dan gerbang Kingdom Hearts muncul. Aqua berusaha menghentikan, dibantu Mickey. Vanitas akhirnya musnah, tetapi Ventus kembali terluka dan jatuh dalam “tidur panjang”; jiwanya sementara berpindah ke Sora kecil. Aqua menyegel Land of Departure menjadi Castle of Oblivion dan menyembunyikan tubuh Ventus.

Di sisi lain, Xehanort mengambil alih tubuh Terra menjadi Terra-Xehanort. Terra memberontak dan sebagian jiwanya masuk ke armor Lingering Will. Setelah serangkaian pertarungan, Aqua mengejar Terra-Xehanort ke Radiant Garden, tetapi gagal memulihkan Terra. Terra-Xehanort membuka portal ke dunia kegelapan dan tenggelam; Aqua mengorbankan diri agar Terra-Xehanort terselamatkan, membuatnya terjebak di dunia kegelapan.

Terra-Xehanort yang amnesia ditemukan Ansem the Wise dan diangkat sebagai murid. Setelah ingatan pulih, Xehanort bereksperimen mengekstrak kegelapan dari hati manusia, menciptakan Heartless. Ansem menolak dan akhirnya dibuang ke dunia kegelapan. Xehanort kemudian menciptakan Heartless dirinya—Ansem the Seeker of Darkness—dan Nobody-nya, Xemnas. Para Nobody membentuk Organization XIII untuk mengejar “hati” yang hilang, sementara Ansem versi Heartless memimpin Heartless menyebarkan kegelapan.

Ansem the Wise yang terdampar di kegelapan kemudian kembali, menyamar sebagai DiZ, dan meneliti Heartless serta Nobody di Twilight Town.

BAB III: Kingdom Hearts 1 — Sora Memulai Perjalanan, Riku Terseret Kegelapan

Kingdom Hearts pertama berlatar sekitar satu dekade setelah peristiwa Birth by Sleep. Sora, Riku, dan Kairi tinggal di Destiny Island dan bermimpi pergi ke dunia lain. Namun, Heartless menyerang. Dalam kekacauan, Keyblade yang semula dipegang Riku berpindah ke Sora, sementara Riku menghilang ditelan kegelapan. Sora menemukan Kairi, tetapi pintu menuju kegelapan terbuka dan menghempaskan mereka keluar.

Di saat bersamaan, Donald dan Goofy—atas perintah Raja Mickey—mencari “kunci” di Traverse Town. Mereka bertemu Sora yang membawa Keyblade. Mereka pun berkeliling dunia untuk menyegel Keyhole agar dunia tidak ditelan kegelapan, sekaligus mencari Riku, Kairi, dan Mickey.

Perjalanan mempertemukan mereka dengan Maleficent, bawahan Ansem the Seeker of Darkness, yang memburu tujuh Putri Hati untuk membuka gerbang Kingdom Hearts. Salah satunya adalah Kairi. Sora mendapati Riku bekerja sama dengan Maleficent demi menyelamatkan Kairi yang ditemukan dalam keadaan tak sadar karena hatinya terpisah.

Di Hollow Bastion, Sora bertarung melawan Riku dan Maleficent. Riku kemudian dirasuki Ansem, yang mengungkap hati Kairi berada di dalam hati Sora. Sora menggunakan Keyblade milik Ansem untuk membuka hatinya sendiri, membebaskan hati Kairi, tetapi membuat Sora berubah menjadi Heartless. Kairi memeluk Heartless kecil yang ia kenali sebagai Sora dan, dengan kekuatannya sebagai Putri Hati, mengembalikan Sora ke wujud semula.

Pertarungan puncak terjadi di End of the World. Sora mengalahkan Ansem. Gerbang Kingdom Hearts buatan terbuka, namun cahaya di baliknya justru membunuh Ansem. Sora menutup pintu gerbang dari luar, sementara dari dalam dibantu Riku dan Mickey yang kembali muncul, serta disebutkan Aqua juga membantu. Setelah pintu tertutup, dunia pulih.

BAB IV: Chain of Memories — Castle of Oblivion dan Ingatan yang Dimanipulasi

Chain of Memories berlangsung setelah gim pertama. Sora, Donald, dan Goofy mencari Riku hingga masuk Castle of Oblivion—tempat tubuh Ventus disembunyikan—yang kini menjadi basis Organization XIII.

Marluxia memperingatkan bahwa semakin dalam mereka menjelajah, ingatan akan memudar, dipengaruhi Namine. Namine adalah Nobody yang lahir dari Kairi ketika Sora membuka hatinya di Hollow Bastion. Ia dipaksa Organization XIII memanipulasi ingatan Sora demi menjadikannya alat Marluxia untuk menggulingkan anggota senior organisasi.

Sora akhirnya mengalahkan Marluxia dan membebaskan Namine. Namine menawarkan memulihkan ingatan Sora dengan membuatnya tidur dalam memori pod, dengan konsekuensi Sora akan melupakan peristiwa di Castle of Oblivion.

Riku muncul di kastil setelah keluar dari dunia kegelapan dibantu DiZ. Ia bertarung melawan anggota organisasi dan replika gelap dirinya, lalu meminta Namine menjaga Sora. DiZ membawa memori pod Sora, Donald, dan Goofy ke Twilight Town untuk disembunyikan.

BAB V: 358/2 Days — Roxas, Xion, dan Retaknya Organization XIII

358/2 Days berfokus pada Roxas, Nobody yang lahir dari Sora, muncul bersamaan dengan Namine. Roxas direkrut Xemnas ke Organization XIII dan dekat dengan Axel. Organisasi juga memperkenalkan Xion, anggota baru yang misterius dan mampu menggunakan Keyblade, serta punya wajah yang bisa berbeda tergantung siapa yang melihat.

Saat Sora tertidur dalam memori pod, Roxas sempat koma karena keterkaitan mereka. Setelah bangun, Roxas mulai melihat memori Sora dan meragukan organisasi. Xion juga menyerap memori Sora—bahkan lebih besar—hingga menghambat upaya Namine memulihkan ingatan Sora.

Namine menjelaskan kepada Xion bahwa ia replika Roxas yang diciptakan dari memori Sora sebagai “wadah cadangan”. Jika Xion mengembalikan memori Sora, eksistensinya dan ingatan orang tentang dirinya akan hilang. Xion menerima, tetapi Axel membawanya kembali, dan Xemnas memprogram ulang Xion agar menyerap memori Roxas, yang dapat menghapus Roxas.

Xion akhirnya memilih berhadapan dengan Roxas. Roxas mengalahkannya, memulangkan sebagian memori ke Sora. Roxas lalu mencoba menuju markas organisasi, tetapi dihadang Riku. Riku menang dengan memanfaatkan sisa kekuatan kegelapan, dan DiZ menyembunyikan Roxas di Twilight Town virtual dalam keadaan amnesia.

BAB VI: Kingdom Hearts 2 — Kebangkitan Sora dan Kejatuhan Xemnas

Kingdom Hearts 2 dimulai dari kehidupan Roxas di Twilight Town virtual. Ia dihantui memori Sora dan kontak Namine, hingga Organization XIII menemukan keberadaannya. Roxas akhirnya menyadari identitasnya dan bertemu Sora yang tertidur di memori pod. Ia menerima takdirnya dan menyatu kembali dengan Sora, membuat Sora bangun.

Sora, Donald, dan Goofy tidak mengingat Castle of Oblivion. Mereka kembali berpetualang, bertemu Yen Sid yang menjelaskan ancaman Heartless, Nobody, dan Organization XIII. Maleficent bangkit kembali, sementara Axel menculik Kairi atas perintah organisasi.

Di Hollow Bastion/Radiant Garden, Sora menemukan catatan tentang Ansem (Heartless Xehanort) dan Xemnas sebagai otak Organization XIII. Radiant Garden diserang Heartless dalam jumlah besar. Sora bertemu Xemnas dan Saix, yang mengungkap rencana organisasi memanfaatkan kemampuan Sora mengalahkan Heartless untuk membangun Kingdom Hearts baru.

Perjalanan membawa Sora kembali ke Twilight Town, menemukan komputer DiZ dan portal menuju The World That Never Was. Axel akhirnya berpihak pada Sora dan mengorbankan diri agar Sora bisa masuk ke markas organisasi, tempat Riku dan Kairi berada.

Di World That Never Was, Roxas dalam diri Sora sempat memberontak, namun akhirnya menerima. Sora bertemu Kairi, diselamatkan Riku dan Namine. Riku sempat berwujud seperti Xehanort Heartless, lalu kembali normal setelah rencana Ansem the Wise (DiZ) menyegel Kingdom Hearts buatan gagal dan terjadi ledakan yang melempar Ansem ke kegelapan.

Sora dan Riku akhirnya mengalahkan Xemnas setelah pertarungan terakhir. Mereka sempat terjebak di dunia kegelapan, namun menemukan jalan pulang melalui pintu cahaya dan kembali ke Destiny Island, bertemu Kairi. Kisah Kingdom Hearts 2 berakhir di sana.

BAB VII: Re: Coded — Pesan di Jurnal dan Daftar Mereka yang “Terluka”

Re: Coded terjadi setelah Kingdom Hearts 2. Jiminy Cricket mencatat perjalanan Sora dalam jurnal, namun menemukan pesan misterius yang ia yakini tidak pernah ditulis, termasuk “terima kasih Namine” dan kalimat tentang “luka mereka” yang akan pulih saat Sora kembali menyelesaikannya.

Raja Mickey mendigitalisasi jurnal itu dan menciptakan Data-Sora untuk membersihkan bug. Data-Namine kemudian menjelaskan bahwa Sora memiliki kemampuan menghubungkan hatinya dengan banyak orang. Disebutkan sejumlah sosok yang terkait dan “terluka”, termasuk Roxas, Axel, Xion, Namine, serta Aqua, Terra, dan Ventus.

Yen Sid dan Mickey menyimpulkan Aqua masih berada di dunia kegelapan, sementara tubuh Ventus tersimpan di Castle of Oblivion dan hatinya berada dalam diri Sora. Yen Sid juga menyampaikan bahwa setelah Ansem (Heartless) dan Xemnas (Nobody) dikalahkan, Xehanort asli bangkit kembali. Karena ancamannya besar, Sora dan Riku dipanggil untuk bersiap.

Para mantan anggota Organization XIII yang merupakan murid Ansem the Wise kembali menjadi manusia di Radiant Garden. Axel pun hidup kembali sebagai Lea. Namun Braig dan Isa (versi manusia Saix) dikabarkan hilang, mendorong Lea untuk mencari mereka.

BAB VIII: Dream Drop Distance — Ujian Mastery dan Organisasi XIII Versi Baru

Dalam Kingdom Hearts 3D: Dream Drop Distance, Yen Sid meminta Sora dan Riku mengikuti ujian Mark of the Mastery untuk membangunkan tujuh dunia yang “tertidur” dengan memasuki alam mimpi dan menyegel Keyhole. Keberhasilan ujian ini dijanjikan memberi kekuatan penting untuk menghadapi Xehanort.

Di sisi lain, Maleficent dan Pete menyusup ke Disney Castle dan menyandera Ratu Minnie untuk meminta akses ke dunia data jurnal. Mickey menolak. Lea muncul, memukul mundur keduanya, lalu meminta Yen Sid melatihnya menjadi pengguna Keyblade. Yen Sid menyetujui dan mempercepat latihannya dengan bantuan para peri.

Dalam perjalanan ujian, Sora dan Riku diganggu Xehanort yang muncul dalam beberapa wujud, termasuk Ansem, Xemnas, dan Xehanort muda. Sora dibawa ke The World That Never Was dan diberi tahu rencana pembentukan Organization XIII yang baru. Dengan kemampuan menjelajah waktu, Xehanort mengumpulkan inkarnasi dirinya sebagai anggota. Braig kembali sebagai Xigbar dan mengaku telah menjadi bagian dari Xehanort.

Sora bertarung melawan Xigbar dan Xemnas. Meski menang, kondisi hati Sora rusak, ia pingsan dan hampir dimanfaatkan sebagai wadah. Dalam kondisi kritis, jiwa Ventus muncul melindungi Sora. Riku dan Mickey datang menyelamatkan, hingga Master Xehanort bangkit dan membeberkan rencana besarnya: membentuk 13 pihak kegelapan untuk diadu melawan 7 pihak cahaya demi menciptakan kembali X-Blade dan membuka Kingdom Hearts yang sebenarnya.

Upaya menanam fragmen kegelapan ke Sora digagalkan Lea yang datang menolong bersama Donald dan Goofy. Setelah kembali, Riku masuk ke alam bawah sadar Sora untuk memperbaiki hatinya dan berhasil membangunkannya. Yen Sid mengumumkan hanya Riku yang lulus dan menjadi Keyblade Master; Sora gagal karena sempat jatuh ke kegelapan dan kehilangan banyak kekuatan.

Yen Sid menugaskan Mickey dan Riku menyelamatkan Aqua di dunia kegelapan. Lea dan Kairi berlatih menjadi pengguna Keyblade untuk membentuk tujuh ksatria cahaya dan melindungi para Putri Hati dari incaran Xehanort.

Menjelang Kingdom Hearts 3

Rangkaian peristiwa hingga Dream Drop Distance menempatkan konflik pada satu arah: Xehanort berupaya mengulang Keyblade War demi menciptakan kembali X-Blade, sementara kubu Sora berusaha mengumpulkan tujuh pihak cahaya, memulihkan kekuatan, dan menyelamatkan mereka yang masih terjebak atau “terluka”.

Rangkuman ini berhenti sebelum pembahasan Kingdom Hearts 3, sesuai catatan referensi yang tidak mengulas detail gim tersebut.