Tren food prep atau meal prep kian diminati, terutama di kalangan anak muda. Meningkatnya kesadaran untuk mengonsumsi makanan sehat setiap hari mendorong banyak orang menyiapkan menu makan harian yang praktis dan mudah dijalankan.
Selain memudahkan rutinitas, meal prep juga dinilai membantu menghemat pengeluaran belanja. Cara ini sekaligus berpotensi mengurangi sampah berlebihan, terutama limbah organik dan plastik kemasan, karena bahan makanan dibeli dan diolah lebih terencana.
Dengan perencanaan yang tepat, menu sehat untuk satu minggu tetap bisa disusun meski dengan anggaran terbatas. Kuncinya adalah memilih menu sederhana namun seimbang, yang mencakup karbohidrat, protein, sayur, dan lemak sehat.
Untuk menekan biaya, bahan-bahan ekonomis dapat menjadi pilihan, seperti nasi, ayam, telur, tempe, tahu, serta sayuran yang mudah diolah, misalnya kol, wortel, dan kangkung. Bahan tersebut dapat dipadukan menjadi variasi menu harian tanpa proses memasak yang rumit.
Langkah berikutnya adalah berbelanja sekaligus untuk kebutuhan satu minggu agar pengeluaran lebih terkontrol dan mengurangi kebiasaan jajan di luar. Setelah dimasak, makanan sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup. Menu berkuah disarankan dipisahkan agar lebih tahan lama saat disimpan di kulkas. Teknik memasak minim minyak, seperti mengukus atau menumis ringan, juga dapat diterapkan untuk menjaga asupan tetap lebih sehat.
Dalam contoh belanja di pasar tradisional, kebutuhan bahan makanan seperti beras 3 kilogram, telur, ayam, tempe, tahu, serta aneka sayuran dan bumbu dapat diperoleh dengan total sekitar Rp 183.000. Bahan-bahan ini kemudian bisa diolah menjadi menu sederhana untuk memenuhi kebutuhan makan selama sepekan.
Berikut contoh susunan menu harian selama satu minggu:
Senin: nasi, ayam kecap, tumis kol
Selasa: nasi, telur dadar wortel, tumis kangkung
Rabu: nasi, tempe goreng, tumis kol
Kamis: nasi, ayam suwir, tumis kangkung
Jumat: nasi, tahu tempe kecap, telur ceplok
Sabtu: nasi, telur balado, tumis sayur
Minggu: nasi, ayam goreng, tumis sayur

