Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Dr KH Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan para mitra Kementerian Haji dan Umrah untuk menjaga integritas, khususnya pemilik dapur yang akan menyediakan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia pada 2026.
Peringatan itu disampaikan saat Gus Irfan meninjau langsung kesiapan dapur-dapur yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah Indonesia dalam pelaksanaan Haji 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia mengaku bertemu langsung dengan para pemilik dapur di Arab Saudi dan menekankan dua hal.
Pertama, Gus Irfan menyatakan larangan tegas bagi pemilik dapur untuk memberikan fee atau imbalan kepada pihak mana pun, baik pejabat Kemenhaj maupun pihak swasta. Kedua, ia menekankan agar pemilik dapur wajib membeli bahan baku makanan dari Indonesia, seperti beras, bumbu, dan lauk.
Menurut Gus Irfan, penggunaan bahan baku dari Indonesia diharapkan membuat cita rasa makanan lebih sesuai dengan selera jemaah. Ia juga menyebut kebijakan tersebut sebagai upaya agar perputaran ekonomi dalam proses penyelenggaraan haji dapat dirasakan pelaku usaha, petani, dan peternak di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan menjelaskan bahwa kunjungannya ke Arab Saudi dilakukan untuk memenuhi undangan Saudi-Indonesia Umrah Co-Exchange Forum dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi. Ia berangkat pada Kamis, 12 Februari 2026, dan tiba di Arab Saudi pada Jumat, 13 Februari 2026 dini hari.
Gus Irfan menyebut agenda kunjungannya mencakup menghadiri Pameran Umrah serta melihat persiapan operasional haji. Ia juga menyampaikan bahwa agenda pertama di Arab Saudi adalah memantau sekaligus membuka Verifikasi Faktual Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi.
Kepada para tenaga pendukung yang sebagian besar merupakan mukimin, Gus Irfan berpesan agar berdedikasi penuh menyukseskan pelaksanaan Ibadah Haji 2026. Ia juga mengingatkan bahwa Kemenhaj RI merupakan kementerian baru dan menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk kecurangan, termasuk pungutan liar, baik kepada sesama petugas maupun jemaah.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Irfan didampingi Direktur Jenderal Ekosistem Ekonomi Haji Jaenal Effendi beserta jajaran.

