BERITA TERKINI
Mataram Siapkan Kampung Kuliner di 50 Kelurahan untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Mataram Siapkan Kampung Kuliner di 50 Kelurahan untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan konsep inovasi kampung kuliner atau “spot UMKM” di tingkat kelurahan. Program ini dirancang sebagai pusat perputaran ekonomi kreatif dengan tujuan meningkatkan pendapatan warga dan pelaku usaha kecil.

Kepala Dinas Perinkop UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, mengatakan program kampung kuliner tersebut direncanakan tersebar di 50 kelurahan se-Kota Mataram. Menurutnya, konsep masih berada pada tahap perancangan dan akan dikembangkan melalui kerja sama serta koordinasi dengan salah satu universitas untuk memaksimalkan potensi kuliner lokal secara terpadu.

Jemmy menyebut, inovasi kampung kuliner juga menjadi upaya untuk meningkatkan jumlah wirausaha baru di Kota Mataram, seiring pertumbuhan UMKM yang dinilai sangat masif. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah UMKM di Kota Mataram bertambah sekitar 8.000 unit usaha baru, sehingga total UMKM yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) mencapai 26.164 unit.

Dengan potensi tersebut, pada 2026 pemerintah menargetkan peningkatan performa bagi UMKM yang telah mengikuti studi tiru agar usahanya semakin berkembang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pelaku UMKM untuk “naik kelas” melalui program pelatihan inovatif dan studi tiru.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 18–20 Mei 2026, Dinas Perinkop UKM mengajak 10 pelaku UMKM yang merupakan perwakilan UMKM sukses, antara lain Dewi Catering, Nutsafir Cookies, Bima Chicken, serta beberapa UKM lainnya, untuk melakukan studi tiru ke pabrik Bogasari di Surabaya, Jawa Timur.

Kunjungan itu bertujuan agar para pelaku UKM dapat melihat langsung proses produksi skala besar, mulai dari pengelolaan bahan baku, proses pengemasan, hingga pemasaran. Dinas berharap pengalaman tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas produksi UKM di Kota Mataram sehingga dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.

“Harapannya, mereka bisa membawa inovasi baru ke Mataram yang nantinya mampu membuka lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat sekitar,” kata Jemmy.