Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (Maskam UGM) menyiapkan 1.500 porsi makanan untuk buka puasa dan 500 porsi untuk sahur setiap hari selama Ramadan. Menu yang disajikan didominasi olahan berbasis daging, yang disebut sebagai upaya memuliakan jemaah, terutama mahasiswa.
Koordinator Takmir Muda Maskam UGM, Indra Oktafian Hidayat, mengatakan panitia tidak mengusung menu tematik khusus pada Ramadan tahun ini. Meski begitu, jumlah porsi buka puasa tetap disiapkan rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Kalau khusus tematik itu enggak ada. Cuma memang tiap tahun kita menyediakan 1.500 porsi untuk buka puasa sesuai jadwal yang sudah tertera,” ujar Indra pada Selasa (3/2/2026).
Indra menambahkan, tidak ada persyaratan khusus bagi masyarakat maupun mahasiswa yang ingin menikmati hidangan buka puasa dan sahur di Maskam UGM. Panitia menerapkan sistem kupon, yang dibagikan menjelang waktu Magrib untuk buka puasa dan mulai pukul 02.00 WIB untuk sahur, mengikuti mekanisme tahun sebelumnya.
Untuk penyediaan menu, Maskam UGM bekerja sama dengan empat hingga lima katering agar variasi masakan tetap terjaga. Menurut Indra, banyaknya pilihan menu berbahan daging tidak didasari alasan tertentu, melainkan sebagai bentuk penghormatan kepada jemaah sekaligus membantu mahasiswa menekan pengeluaran selama Ramadan.
“Tujuannya agar teman-teman mahasiswa di Jogja bisa menikmati sahur dan buka puasa dengan biaya minimal, bahkan gratis,” katanya.
Panitia juga menyusun setiap porsi makanan dengan perhitungan gizi yang mencakup karbohidrat, protein dari daging, sayur dan buah sebagai sumber serat, serta air mineral, untuk menjaga keseimbangan asupan selama berpuasa.
Berdasarkan informasi dari akun media sosial Ramadhan di Kampus (RDK) UGM, sejumlah menu berbuka yang disiapkan antara lain sate lilin ayam, ayam cabai, bandeng presto, ayam teriyaki, ayam rempah, ayam lada hitam, steak ayam, rendang sapi, nila bakar madu, ayam betutu, serta beef slice lada hitam, dan berbagai pilihan lainnya.

