Pengunjung kawasan Marais yang mencari galette bretonne kini memiliki pilihan baru di Marché des Enfants Rouges, Paris 3e. Sejak Februari 2025, Lulu Crêperie menempati lokasi yang sebelumnya diisi Alain Miamam dan menghadirkan konsep galette serta crêpe bergaya street food.
Di balik bar, Lulu dijalankan oleh Lucien—nama yang menjadi asal sebutan “Lulu”. Ia lahir di Paris dan besar di Nantes, serta menekankan pendekatan crêperie Breton yang otentik. Salah satu hal yang paling menonjol adalah ukuran galette yang besar dengan topping melimpah, sehingga kerap terasa setara dengan satu porsi makan lengkap.
Lucien mempelajari teknik pembuatan galette di Bretagne bersama Jean-Philippe Moy, yang memimpin pelatihan pembuatan crêpe di sebuah rumah dekat Vannes. Dari pengalaman itu, ia mengenal berbagai jenis tepung sarrasin dan mendapatkan akses langsung ke tepung organik dari minoterie Le Rouge, yang masih menggunakan penggilingan batu tradisional.
Soal bahan baku, Lulu Crêperie mengandalkan seleksi yang disebut ketat. Gandum soba organik didatangkan dari Brittany, begitu pula cider tradisional dari kebun cidre Sorre di Saint-Malo. Buah dan sayur dipasok melalui Mario, pedagang sayur di pasar, sementara confit bawang merah dan sejumlah olahan lain dibuat sendiri di tempat.
Menu Lulu memadukan galette klasik dan kreasi yang lebih “berisi”. Pilihan klasik di antaranya La Lou (ham putih, keju emmental, daun selada air) seharga 10€ dan La Mazou (keju kambing, madu, daun selada air) dengan harga yang sama. Untuk varian lebih lengkap, tersedia La Loulou (ham putih, telur, jamur panggang, keju emmental, daun selada air) seharga 13€ serta La Lilou bergaya Mediterania berisi serrano, mozzarella, stracciatella basil, dan saus pesto merah seharga 13,50€.
Penggemar daging dapat memilih La Titou yang berisi daging sapi berbumbu, keju cheddar merah, dan confit bawang bombay buatan sendiri (14€). Ada pula La Pilou yang mengolah sosis andouille dari Guéméné bersama telur, confit bawang bombay, keju emmental, dan krim mustard-madu. Sementara itu, Milou (14,50€) menampilkan salmon asap, krim keju beraroma lemon, daun bawang, dan selada, menawarkan profil rasa yang lebih segar.
Untuk crêpe manis, Lulu menyajikan pilihan yang cenderung sederhana: mentega dan gula (3,50€), mentega-gula-lemon (4€), serta Nutella (5€). Di sisi lain, galette asin menjadi titik berat menu dengan pilihan isian yang beragam.
Lulu juga menyediakan paket menu. Paket Tradi seharga 14,90€ mencakup satu galette sederhana (Lou atau Mazou), satu crêpe tradisional, dan satu minuman. Paket Garni seharga 18,90€ memungkinkan pelanggan memilih galette apa pun dari menu, ditambah crêpe dan minuman.
Minuman yang tersedia meliputi air mineral, soda klasik (2,50€), jus apel kerajinan Sorre (4€), teh es organik Jomo (4,50€), serta cider kerajinan Sorre—lembut, kering, atau rosé—seharga 5,50€.
Dengan suasana pasar yang santai, pelanggan memesan di kasir lalu menunggu pesanan sebelum duduk di bangku-bangku Marché des Enfants Rouges. Pelayanan disebut cepat dan ramah, meski saat pasar ramai beberapa menu bisa kosong. Lucien juga mengingatkan bahwa galette terkadang habis menjelang jam tutup, mencerminkan tingginya permintaan.
Lulu Crêperie menempatkan diri di antara tradisi dan sentuhan modern: adonan dibuat mengikuti tradisi Breton dengan tepung organik yang digiling batu, sementara isian menghadirkan kombinasi yang lebih berani seperti daging sapi berbumbu atau pesto merah. Lulu Crêperie buka Selasa hingga Minggu pukul 11.30–17.00 di Marché des Enfants Rouges, kawasan Marais.

