Minuman yang dikonsumsi sehari-hari tidak hanya berperan menjaga hidrasi dan energi, tetapi juga dapat membantu mendukung kesehatan tubuh seiring bertambahnya usia. Sejumlah minuman dinilai memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi menjaga fungsi organ dan menekan proses peradangan yang kerap menyertai penuaan.
Berikut lima minuman yang direkomendasikan ahli gizi untuk mendukung penuaan sehat, sebagaimana dilansir EatingWell pada Rabu (14/10/2026).
1. Kopi
Kopi disebut berpotensi mendukung penuaan sehat. Dalam sebuah studi kohort yang melibatkan lebih dari 47 ribu perempuan, konsumsi kopi secara teratur dikaitkan dengan kemungkinan mengalami penuaan sehat yang lebih tinggi.
Ahli gizi Diana Dibblee menjelaskan kopi mengandung antioksidan asam klorogenat, serta kafein dan senyawa lain yang berpotensi membantu mengurangi peradangan pada tingkat sel. Namun, waktu konsumsi perlu diperhatikan karena minum kopi terlalu larut dapat mengganggu tidur, sementara tidur dinilai sebagai faktor penting dalam menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.
Ahli gizi Lotta Andonian menyarankan orang yang kerap mengalami insomnia untuk mengonsumsi kopi di siang atau sore hari. Kopi tanpa kafein (decaf) juga dikaitkan dengan manfaat kesehatan, termasuk risiko kematian yang lebih rendah, berkat kandungan senyawa bioaktif.
2. Teh hijau
Teh hijau menjadi pilihan lain karena mengandung polifenol, termasuk katekin epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Senyawa ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan berpotensi memberi manfaat bagi kesehatan seiring bertambahnya usia.
Teh hijau disebut dapat membantu melindungi kesehatan sel serta mendukung fungsi kognitif, kardiovaskular, dan metabolisme. Penelitian awal menunjukkan EGCG berpotensi mengurangi kerusakan oksidatif dan peradangan, dua proses yang berkontribusi terhadap penuaan dan berkaitan dengan risiko berbagai penyakit kronis.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan teh hijau mungkin membantu menurunkan tekanan darah secara moderat dan meningkatkan pengaturan kadar gula darah. Berbagai studi menyebut konsumsi dua hingga tiga cangkir teh hijau per hari dapat mendukung penuaan sehat.
3. Air putih
Air putih dinilai sebagai pilihan paling mudah sekaligus efektif untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Ahli gizi Val Warner menyebut hidrasi mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari pencernaan, sirkulasi darah, pengaturan suhu tubuh, hingga kinerja fisik dan kognitif.
Sebaliknya, dehidrasi pada usia paruh baya dikaitkan dengan penuaan biologis yang lebih lanjut, risiko penyakit kronis yang lebih tinggi, serta kematian dini. Karena itu, menjaga hidrasi dipandang penting sebagai bagian dari upaya mendukung penuaan sehat.
Diana Dibblee menyarankan agar seseorang tidak menunggu sampai merasa haus untuk minum. Salah satu cara sederhana adalah membiasakan minum satu hingga dua gelas air setelah makan, lalu menambah asupan air sepanjang hari sesuai kebutuhan. Ia juga menyarankan membawa botol minum yang dapat digunakan kembali dan memasang pengingat minum untuk membantu menjaga kebiasaan hidrasi.
4. Susu sapi
Susu sapi disebut dapat membantu mendukung kesehatan seiring bertambahnya usia, terutama karena kandungan kalsium dan proteinnya. Dibblee menyebut satu cangkir susu mengandung hampir 310 miligram kalsium, atau sekitar sepertiga dari asupan harian yang direkomendasikan dalam sumber tersebut.
Kalsium berperan penting dalam membantu mempertahankan kepadatan tulang. Karena itu, pemenuhan kebutuhan kalsium menjadi salah satu strategi untuk menjaga kesehatan tulang pada usia lanjut.
Sebuah analisis juga menemukan konsumsi susu berkaitan dengan peningkatan kepadatan tulang di bagian pinggul dan tulang belakang pada orang dewasa. Upaya menjaga kepadatan tulang penting karena penurunan kepadatan tulang dapat meningkatkan risiko patah tulang. Meski begitu, Dibblee menekankan susu bukan satu-satunya solusi, melainkan salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung kesehatan tulang.
5. Kefir
Kefir merupakan minuman susu fermentasi yang mengandung protein, kalsium, dan probiotik yang mendukung kesehatan usus. Dibblee menyebut kefir juga berpotensi membantu meningkatkan kesehatan metabolisme dan kardiovaskular.
Manfaat tersebut terutama ditemukan dalam penelitian yang melibatkan orang dengan kelebihan berat badan, sindrom metabolik, atau penyakit hati berlemak terkait disfungsi metabolik. Kefir juga dapat memengaruhi mikrobiota usus, yakni kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan.
Perubahan mikrobiota usus itu berpotensi meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek yang dapat mendukung kesehatan tubuh dan memiliki efek antiinflamasi. Perhatian terhadap efek tersebut muncul karena bertambahnya usia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiometabolik, yakni gangguan yang berkaitan dengan kesehatan jantung, pembuluh darah, dan metabolisme.