Pengelolaan pelabuhan perikanan di Provinsi Lam Dong mengalami perubahan signifikan sepanjang periode 2020–2025, dengan fokus utama pada penegakan aturan untuk memerangi praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU). Upaya ini diarahkan untuk memastikan ketertiban aktivitas perikanan sekaligus memperkuat transparansi asal-usul hasil laut.
Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Perikanan Provinsi Lam Dong, Ho Ngoc Dai, menyampaikan bahwa unitnya mengelola sejumlah infrastruktur utama, mencakup pelabuhan perikanan Phan Thiet beserta area perlindungan badai, serta pelabuhan perikanan di Phu Hai, La Gi, Phan Ri Cua, Lien Huong, dan Phu Quy.
Salah satu capaian yang disorot adalah penguatan transformasi digital dalam tata kelola pelabuhan. Badan pengelola menerapkan sistem pelacakan hasil laut elektronik (eCDT) untuk 100% kapal penangkap ikan. Pada 2025, lebih dari 55.000 kapal menyelesaikan prosedur melalui sistem tersebut, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, pencocokan data secara ketat antara sistem pemantauan kapal (VMS) dan catatan penangkapan ikan disebut membantu memastikan keterlacakan dan transparansi volume hasil laut yang dibongkar di pelabuhan. Pada tahun lalu, jumlah hasil laut yang tercatat dibongkar di dermaga mencapai lebih dari 68.500 ton.
Di luar pengendalian administratif, kegiatan sosialisasi kepada nelayan juga ditingkatkan. Nelayan yang tiba di pelabuhan mendapatkan pengarahan mengenai hukum internasional dan regulasi pemerintah terbaru. Perubahan cara pandang pemilik kapal dan kapten terkait pentingnya pencatatan penangkapan ikan yang lengkap dan akurat dinilai menjadi kunci untuk memastikan legalitas asal-usul hasil laut.
Seiring penguatan manajemen, pemeliharaan infrastruktur pelabuhan perikanan dan perlindungan lingkungan turut diprioritaskan. Instalasi pengolahan air limbah serta stasiun pemantauan lingkungan di pelabuhan Phan Thiet dan La Gi dilaporkan beroperasi terus-menerus untuk menjaga standar keamanan pangan dan kebersihan. Langkah ini dipandang penting dalam meningkatkan kualitas hasil laut dan memenuhi tuntutan pasar internasional.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi. Ho Ngoc Dai menyampaikan kekhawatiran terkait pendangkalan alur di beberapa muara, seperti La Gi, Lien Huong, Phu Hai, dan Phan Thiet, yang menghambat keluar-masuk kapal. Di sisi lain, sebagian infrastruktur yang telah lama beroperasi mulai menunjukkan kerusakan dan memerlukan peningkatan agar keselamatan dan efisiensi operasional tetap terjaga.
Memasuki 2026, Provinsi Lam Dong disebut akan mengalokasikan dana untuk pengerukan alur pelabuhan perikanan serta perbaikan struktur penerimaan hasil laut. Secara khusus, pengoperasian pelabuhan perikanan Phu Quy diharapkan dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan penanganan muatan nelayan setempat.

