BERITA TERKINI
Kuliner Malaysia Kian Diminati di Medan, Nasi Daun Pisang Jadi Daya Tarik

Kuliner Malaysia Kian Diminati di Medan, Nasi Daun Pisang Jadi Daya Tarik

Tren kuliner khas Malaysia terus berkembang di Kota Medan. Salah satu konsep yang belakangan menarik perhatian pecinta masakan Melayu adalah sajian ala Banana Bro, restoran cepat saji asal Malaysia yang dikenal lewat menu nasi daun pisang khas India-Malaysia.

Konsep “banana leaf rice” atau nasi daun pisang menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan muda dan pencinta kuliner lintas budaya. Hidangan ini umumnya disajikan dengan nasi putih, aneka kari, sayuran, sambal, serta lauk seperti ayam goreng rempah dan cumi sambal.

Salah satu penikmat kuliner tersebut adalah Bella Orchidya, mahasiswa asal Pematang Siantar. Ia mengaku menyukai nasi kandar—menu yang juga tersedia di Banana Bro—karena mengingatkannya pada pengalaman saat menjalani pertukaran mahasiswa di Malaysia selama satu semester.

“Dulu pernah pertukaran mahasiswa di Malaysia selama satu semester. Karena makanannya semua di sana kayak gini kan, identik dengan kari, jadi ya cocok aja. Terus pas makan nasi kandar, kawan-kawan kurang suka tapi pas di lidahku. Jadilah sehari tiga kali pun nggak masalah. Pas di Medan aku cari di mana yang jual nasi kandar. Nah ketemulah dengan Banana Bro,” ujar Bella saat berbincang, Kamis, 7 Mei 2026.

Pelaku usaha kuliner di Medan menilai, tren makanan ala Banana Bro muncul seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner Malaysia yang ramai diperbincangkan di media sosial. Selain rasa rempah yang kuat, penyajian menggunakan daun pisang dinilai memberi pengalaman makan yang unik dan autentik.

“Paling favorit menu di sini adalah nasi kandar, ayam masak merah, ayam rempah, dan ayam 65,” kata Dasvita, pemilik Banana Bro.

Kuliner bergaya Malaysia juga dinilai cocok dengan lidah masyarakat Sumatera Utara yang terbiasa dengan cita rasa gurih dan pedas. Sejumlah restoran lokal pun mulai menghadirkan menu kari khas Melayu, teh tarik, hingga ayam goreng berempah ala Malaysia untuk menarik pelanggan.

Fenomena ini turut memperkuat posisi Medan sebagai kota dengan perkembangan wisata kuliner multikultural. Selain makanan khas Batak dan Melayu Deli, masyarakat kini semakin akrab dengan ragam cita rasa dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Dengan tingginya mobilitas wisatawan antara Malaysia dan Medan, tren kuliner negeri jiran diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.